Musim Panen Padi Subak Mumbu Tiba, BUMDesa Kembali Beli Gabah Petani

PANEN PADI – Proses Panen Padi di Subak Mumbu pada 25 Juli 2021 yang lalu. Gabah hasil panen ini dibeli oleh BUMDesa Sarining Winangun Kukuh

KUKUH, KERAMBITAN – Musim panen padi di Subak Mumbu Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan periode masa tanam kedua di tahun 2021 kini telah tiba dan sejak akhir Juli 2021 yang lalu sudah ada beberapa petani yang mulai memanen padinya.

Menyikapi musim panen kali ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kembali membeli hasil panen petani dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP). Dalam penyampaiannya Direktur BUMDesa I Ketut Sujaya mengatakan bahwa sejak memasuki musim panen kedua tahun 2021 hingga berita ini dipublikasikan (3/8) pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh telah membeli gabah petani. “Sejak akhir Juli 2021 hingga hari ini 3 Agustus 2021 ada beberapa petani di Subak Mumbu yang sudah panen padi. Dari mereka yang sudah panen ini ada yang tidak menjual hasil panennya dengan alasan untuk keperluan atau konsumsi sendiri dan ada yang memang menjual seluruh hasil panennya bahkan ada yang hanya menjual sebagian hasil panennya. Khusus bagi yang menjual hasil panennya, kami di BUMDesa kembali sudah membeli dengan harga wajar dikisaran empat ribu dua ratus hingga empat ribu limaratus per kilo gabah kering panen sesuai kualitas gabah. Total sampai hari ini sudah 3,9 Ton gabah kering panen dari petani subak Mumbu Desa Kukuh Kerambitan yang sudah kami beli lunas” jelas Ketut Sujaya.

Dari pantaun dilapangan, terdapat beberapa petani yang memang enggan menjual hasil panennya dan lebih memilih untuk distok di rumah untuk kepentingan kebutuhan sehari-hari. Bahkan terlihat juga ada beberapa yang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan kendala air yang cukup susah.

Akibat dampak hama dan kendala air yang juga berpengaruh terhadap kualitas hasil padi maka pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kali ini sangat selektif untuk membeli gabah para petani, mengingat akan berpengaruh pada kualitas beras yang dihasilkan. “Kali ini BUMDesa selektif dalam membeli gabah petani, karena kualitas gabah ini akan mempengaruhi juga kualitas beras yang kami jual pada nantinya. Kami mohon maaf kepada Petani di Desa Kukuh karena tidak bisa membeli semua gabah yang dipanen kali ini. Sebelum panen kami survei dulu tanaman padinya, jika banyak padi yang rusak karena hama atau faktor lainnya kami tidak berani spekulasi untuk membeli” imbuh Sujaya.

Hingga hari ini, distribusi penjualan Beras produksi BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan telah merambah beberapa Kabupaten di Bali misalnya di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Karangasem.(*)

about author

Admin

info@kukuh.desa.id

<p>Admin Web Site Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kab. Tabanan</p>