Sukses Kembangkan Pertanian Terintegrasi, Perbekel Singapadu Kaler Kunjungi Desa Kukuh Kerambitan

MENINJAU DEMPLOT – Perbekel Singapadu Kaler bersama rombongan meninjau Demplot Spesifik di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan (13/8)

KUKUH, KERAMBITAN – Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, tadi (13/8) pagi menerima Kunjungan dari Pemerintah Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru penerapan pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Rombongan terbatas yang terdiri dari Perbekel Desa Singapadu Kaler I Made Karjana, Ketua BUMDesa Singapadu Kaler, Pekaseh dan beberapa perwakilan anggota Subak yang ada di Desa Singapadu Kaler tersebut di terima langsung oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd didampingi oleh Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa Kukuh Kerambitan, Pekaseh dan Pengurus Subak Samsaman, Ketua BUMDesa Kukuh, PPL Pertanian Desa Kukuh dan Akademisi Bidang Pertanian yang juga tim ahli Perbekel Desa Kukuh Kerambitan. Rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut di terima di Balai Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan.

Perbekel Desa Singapadu Kaler menjelaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melihat secara langsung pola pertanian terintegrasi yang telah kembangkan di Desa Kukuh Kerambitan yang nantinya akan diimplementasikan di Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar melalui program Puspa Aman. Pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan sejak tahun 2020 yang lalu hingga saat ini dinilai sangat baik dalam upaya menuntaskan dan mewujudkan sistem pertanian tuntas dari hulu hingga hilir dengan mengoptimalkan stakeholder yang ada di Desa yaitu mulai dari Pemerintah Desa, Subak, BUMDesa, PPL Pertanian dan Akademisi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd bahwa Konsep Pola Pertanian Terintegrasi tersebut adalah sebuah upaya untuk mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing pihak yang terlibat di Desa dalam bidang Pertanian. Sehingga para petani akan fokus pada urusan mengolah lahan, menanam dan merawat Padi hingga siap panen. Setelah panen, BUMDesa memiliki peran dalam penanganan hasil panen padi dengan membeli gabah para petani selanjutnya diolah dan distribusikan di pasar dalam bentuk beras. Sementara PPL Pertanian yang ditugaskan di Desa berperan memberikan penyuluhan kepada petani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani guna meningkatkan kesejahteraannya. Akademisi berperan sebagai penggerak inovasi dan teknologi tepat guna terhadap pertanian berkelanjutan baik dari hulu-hilir sampai pengolahan sehingga memiliki nilai tambah lebih sehingga produk pertanian lokal berdaya saing. Peran Pemerintah Desa dalam pola pertanian terintegrasi ini adalah sebagai fasilitator dalam rangka mengkoordinasikan dan menentukan kebijakan yang strategis berdasarkan kearifan lokal Desa dalam upaya pemajuan pertanian di tingkat Desa.

“Dengan pola terintegrasi ini, semua pihak yang terlibat di Desa akan mengambil peran masing-masing dan bertanggung jawab atas perannya. Petani jangan lagi dibebankan pada urusan pasca panen, petani fokus ngurusin tanaman padinya di sawah saja. Kita sudah terapkan pola ini sejak Tahun 2020 di Desa Kukuh Kerambitan hingga saat ini. Hasilnya sudah bisa dirasakan oleh Petani yang sudah kita dampingi. Urusan pertanian hulu hingga hilir itu di Desa Kukuh sudah tidak wacana lagi, tapi sudah terealisasi dan tuntas” pungkas Perbekel Widhi Adnyana.

Diakhir pertemuan dan diskusi, rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut berkesempatan melihat langsung Demplot pertanian spesifik hasil kerjasama antara Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dengan Universitas Warmadewa melalui program pengabdian kepada masyarakat di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan. (*)

about author

Admin

info@kukuh.desa.id

<p>Admin Web Site Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kab. Tabanan</p>