Category Archive : Berita

Tepat 24 Desember 2020 Lalu, genap 1 Tahun saya mengabdi sebagai Perbekel (Kepala Desa) di Desa Kukuh Kerambitan. Belum banyak yang dapat saya lakukan selama 1 tahun itu karena situasi pandemi. Kepemimpinan dimasa pandemi ini sangat banyak tantangan hingga harus menunda banyak kegiatan yang telah diproyeksikan untuk dapat dilaksanakan pada tahun 2020, karena pembatasan dan adanya pengurangan serta realokasi anggaran dari pemerintah. Kendati demikian saya tidak juga berdiam diri, berkat relasi dan komunikasi akhirnya melalui program kemitraan dan pengabdian masyarakat dengan beberapa Perguruan Tinggi, kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyiapan infrastruktur Desa Digital secara bertahap dapat dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran APBDes.

Khusus dalam hal upaya mendapatkan Pendapat Asli Desa (PAD) pada tahun 2020 ini saya pastikan sudah dapat dilaksanakan sehingga Tahun 2020 ini Desa Kukuh secara perlahan telah mampu menumbuhkan PAD dari tahun-tahun sebelumnya yang sama sekali tidak pernah ada. Selebihnya, hanya kegiatan-kegiatan rutin dan normatif yang dapat terlaksana. Khusus dibidang pelayanan yang menjadi prioritas pada masa kepemimpinan 1 tahun telah dapat dilaksanakan. Sekarang, masyarakat butuh surat keterangan dan surat-surat sejenisnya (yang memang menjadi kewenangan penuh di Desa, tidak termasuk Dokumen Kependudukan) tidak lagi berlama-lama, bahkan beberapa masyarakat sudah kita layani secara Online termasuk pelayanan “jemput bola”. Selain itu, kini masyarakat secara Pasti mendapatkan pelayanan karena Komitmen saya adalah adanya kepastian pelayanan pada hari dan jam kerja yang telah ditetapkan.

Pada Kesempatan ini, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Kukuh – Kerambitan karena pada 1 tahun ini belum maksimal dapat mengeksekusi/melaksanakan program kerja sesuai program kerja yang telah dirancang, semoga Tahun berikutnya situasi pandemi COVID-19 ini semakin membaik sehingga program-program tersebut dapat saya laksanakan dan masyarakat dapat terlibat lebih banyak serta merasakan dampaknya secara bersama-sama untuk kepentingan bersama-sama. Saya menyampaikan ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak (tanpa terkecuali satu pun) yang telah banyak membantu secara material dan non material dengan semangat gotong royong selama 1 tahun yang berlalu dan mari kita tetap saling membantu untuk kedepannya sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing, sehingga tujuan kita bersama yaitu bersama-sama berbuat positif untuk kemajuan Desa kita tercinta Desa Kukuh – Kerambitan dapat dengan segera tercapai. Untuk memperbaiki dan menyempurnakan langkah selanjutnya, saya mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak di Desa Kukuh – Kerambitan sehingga dapat saya jadikan bahan pertimbangan dalam setiap keputusan.

Astungkara, kita bersama-sama selalu diberi kesehatan sehingga dapat berkontribusi aktif untuk Desa kita tercinta­čÖĆ Ngiring sareng-sareng Ngukuhin Taman Anyar Sarining Winangun, Rahayu sareng sami.

Salam Hormat,
Perbekel Desa Kukuh – Kerambitan Periode 2019-2025
I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd

PENETAPAN ABDES – APBDES Desa Kukuh – Kerambitan Tahun 2021 ditetapkan Rabu (30/12)

KUKUH, KERAMBITAN – Setelah melalui pembahasan dan penyesuaian pagu definitif dari sejumlah sumber anggaran, akhirnya pada Rabu (30/12) Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan melaksanakan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2021.

Acara penetapan APBDes 2021 tersebut dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kukuh Drs. A.A Rai Budi Utama serta dihadiri oleh anggota BPD dari utusan masing-masing Banjar Dinas, Perbekel Desa Kukuh, Perangkat Desa, dan Disaksikan oleh Babinsa dan Babinkantibmas Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Dalam paparannya, Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyampaikan bahwa sesuai dengan pagu definitif dari Kabupaten, Dana Desa serta Pendapatan Asli Desa ditetapkan bahwa Pendapatan Desa Kukuh Tahun 2021 sejumlah 1,7 Miliar. “Total seluruh pendapatan tahun 2021 Desa Kukuh Kerambitan adalah Sejumlah Rp. 1.746.443.000. Dimana penjabarannya adalah dari PADes sebesar Rp. 5.000.0000, Dana Desa dari APBN Rp. 768.664.000, Alokasi Dana Desa dari APBD Kabupaten Rp. 632.266.000, Bagi Hasil Pajak dan Retrebusi Rp. 98.903.000, BKK Kabupaten sebesar Rp. 139.610.000, BKK Provinsi untuk Subak Rp. 100.000.000 dan pendapatan lain-lain sebesar Rp. 2.000.0000”.

Selanjutnya sejumlah anggaran pendapatan tersebut akan dipergunakan untuk membiayai 5 (lima) bidang kegiatan yang menjadi kewenangan Desa yaitu Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Masyarakat Desa, Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat serta Mendesak. “Semua anggaran pendapatan tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan di 5 bidang termasuk untuk penyertaan modal ke BUMDES. BLT-DD sesuai kebijakan pusat juga sudah kita anggarkan” Imbuh Widhi.

Menurut Perbekel Widhi Adnyana, sesuai kebijakan pemeirntah pusat maka dilaksanakan beberapa kegiatan Padat Karya Tunai Desa atau PKTD dengan sumber anggaran Dana Desa. “Khusus untuk kegiatan Fisik atau Infrastruktur Fisik kita akan melaksanakan kegiatan Padat Karya Tunai Desa di 2 Banjar Dinas dalam bentuk Pengerasan Jalan Desa di jalur Jalan Pabean Banjar Dinas Kukuh Kawan sebagai jalur alternatif, dan Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah di Dusun Kukuh Kelod. Selain itu juga ada Kegiatan Non PKTD dalam bentuk Pengerasan Jalan Lingkungan Pemukiman di Gang Pandawa Banjar Dinas Kukuh Kawan kira-kira 100 meter”

Sementara itu Ketua BPD Desa Kukuh Kerambitan Drs. A.A Rai Budi Utama menyampaikan bahwa perencanaan kegiatan 2021 telah melalui proses dan tahapan yang diamanatkan oleh Undang-Undang dan telah dituangkan dalam RPJMDes Desa Kukuh Tahun 2020-2025.

Pada Kesempatan tersebut juga disampaikan laporan realisasi APBDes 2020 yaitu sejumlah Rp. 1.616.201.759.43 telah direalisasikan dan terdapat silpa sebesar Rp. 46.893.389,47. (*)

Seprotkan Disinfektan – Kapolsek Kerambitan (Kiri) beserta Jajaran Polsek Kerambitan melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah Desa Kukuh (22/12) kemarin.

KUKUH-KERAMBITAN, Jajaran Polsek Kerambitan di bawah komando Kompol Dewa Gede Putra, SH pada Selasa (22/12) pagi menerjunkan sejumlah pasukan kepolisian Sektor Kerambitan untuk membantu pencegahan penyebaran Virus Corona di wilayah Desa Kukuh dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah warga yang terdampak dan fasilitas umum.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Perangkat Desa Kukuh dibawah koordinasi Perbekel Desa Kukuh I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd, pengurus Banjar Adat Kukuh, Babinsa, dan beberapa warga masyarakat. Menurut Perbekel Desa Kukuh Kerambitan menyatakan bahwa lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Desa Kukuh beberapa hari terakhir sangat tinggi. “Jumlah warga Desa Kukuh yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil Swab PCR dalam kurun waktu seminggu ini cukup meningkat. Hampir setiap hari ada saja yang dinyatakan positif, harapan kami semua masyarakat disiplin terapkan protokol kesehatan dan hindari kerumunan serta jaga jarak”.

Perbekel menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh jajaran Polsek Kerambitan, Banjar Adat Kukuh, Babinsa, Masyarakat yang telah membantu Desa Kukuh dalam melaksanakan langkah pencegahan penyebaran COVID-19. (*)

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN – Sejumlah Rumah Warga yang melakukan isolasi mandiri disemprot disinfektan oleh perangkat Desa Kukuh yang juga Satgas COVID-19 Desa Kukuh Kerambitan tadi (18/12) Siang.

KUKUH-KERAMBITAN, Dalam hitungan sehari tepatnya mulai tanggal 17 hingga 18 Desember 2020 ini terjadi peningkatan jumlah warga Desa Kukuh – Kerambitan yang terkonfirmasi Positif COVID-19. Dari catatan satgas COVID-19 Desa Kukuh Kerambitan menyatakan bahwa dalam kurun waktu sehari tersebut terkonfirmasi sebanyak 4 warga Desa Kukuh Kerambitan yang dinyatakan Positif COVID-19 berdasarkan hasil tes Swab PCR.

Peningkatan jumlah warga terkonfirmasi positif tersebut dibenarkan juga oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd. “Dalam kurun waktu 24 Jam, saya menerima informasi valid bahwa 4 warga kami dinyatakan positif COVID-19. Rata-rata dengan gejala seperti indra penciuman yang tidak berfugsi, ada batuk dan pilek juga. 4 Warga itu diantaranya 2 Orang Lansia dan 2 Orang Usia Produktif. Tadi Siang sudah dijemput untuk isolasi di Hotel yang difasilitasi oleh pemerintah sejumlah 2 orang, dan besok akan dijemput lagi 2 orang lagi untuk diisolasi di rumah sakit karena 2 orang warga ini ada penyakit bawaan” Kata Perbekel Widhi.

Sejak dimulainya pandemi COVID-19 masuk wilayah Desa Kukuh Kerambitan yaitu sekitar bulan Maret 2020 lalu hingga 18 Desember 2020 ini telah terakumulasi sebanyak 21 Orang Warga Desa Kukuh terkonfirmasi Positif COVID-19. “Sejak Strat COVID-19 masuk Desa Kukuh Bulan Maret lalu hingga sekarang ini, sebanyak 21 Orang warga kami yang terpapar COVID-19. Dari 21 Orang tersebut, 16 Orang telah dinyatakan sembuh dan telah beraktivitas kembali seperti biasa. Kita doadakan dan support bersama untuk warga yang masih diisolasi dan dinyatakan positif ini agar segera sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarganya di rumah masing-masing”.

Perbekel dengan usia 32 Tahun ini juga mengingatkan semua warga Desa Kukuh Kerambitan untuk disiplin dan penuh tanggungjawab untuk melaksanakan Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19. “Semua warga harus disiplin dan penuh rasa tanggungjawab serta sadar agar menerapkan Protokol Kesehatan pencegahan COVID-19 dan selalu ingat pesan Ibu untuk melakukan 3M, Mencuci Tangan dengan Sabun di air yang mengalir, Menggunakan Masker, dan Menjaga Jarak serta Hindari Kerumunan. Ini penting untuk dilakukan secara masing-masing individu kemudian antar anggota keluarga agar saling mengingatkan. Tidak ada ruginya kita melaksanakan protokol kesehatan ini kok. Jangan sampai lalai dan lupa bahwa COVID-19 ini masih ada” pungkasnya. (*)

PEMANTAUAN TPS – Perbekel Desa Kukuh (Kiri) saat melaksanakan pemantauan TPS bersama Kapolsek Kerambitan (Kanan) pada Pemungutan Suara 9 Desember 2020 lalu.

KUKUH-KERAMBITAN, Ajang perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Periode 2021-2024 telah usai. Puncak dari perhelatan tersebut telah dilalui oleh seluruh masyarakat Tabanan khususnya masyarakat Desa Kukuh – Kerambitan pada Rabu, 9 Desember 2020 lalu. Hasil perolehan pun telah diketahui bersama oleh masyarakat Desa Kukuh – Kerambitan. Tercatat Daftar Pemilih Tetap Desa Kukuh sejumlah 1.913 pemilih, namun hanya 1.686 pemilih yang menggunakan hak pilihnya sehingga terdapat 227 pemilih tidak menggunakan hak pilih alias golput. Dari data yang dikumpulkan saat penghitungan suara di masing-masing TPS, Paslon Nomor 1 Jaya – Wira memperoleh 822 suara dan Paslon Nomor 2 Panji – Budi memperoleh 826 suara, serta tercatat 38 suara tidak sah.

Melihat hasil tersebut, Perbekel Desa Kukuh – Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa perolehan suara masing-masing paslon merupakan hasil dari proses demokrasi. “Hasil sudah diketahui, hanya selisih 4 suara antara paslon 1 dan 2 di Desa Kukuh Kerambitan. Itulah proses Demokrasi dan harus kita hormati. Pilkada sudah selesai, pada kesempatan ini saya mengajak semua tim sukses dan pendukung paslon khususnya yang ada di Desa Kukuh Kerambitan agar tidak larut dalam suasana pilkada tersebut dan jangan sampai gara-gara beda pilihan paslon atau beda partai politik hingga menjadi dendam pribadi atau antar kelompok, saatnya kembali menjadi entitas masyarakat Desa Kukuh yang utuh, sehingga wilayah kita tetap kondusif” Jelas Widhi.

Perbekel Widhi Adnyana juga menyoroti banyaknya angka golput di Desa Kukuh Kerambitan yaitu mencapai 227 pemilih yang tersebar di 6 TPS. “Angka Golput di Desa Kukuh Kerambitan cukup banyak, tentu banyak hal juga yang menjadi penyebab. Walau pemerintah telah menyatakan bahwa tanggal 9 Desember tersebut sebagai hari libur kerja akan tetapi ada juga yang tidak datang ke TPS. Saya berharap ke depan jika ada pemilihan-pemilihan seperti ini agar seluruh masyarakat Desa Kukuh yang telah berhak untuk memilih agar menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar, sehingga aspirasi individual itu bisa tersalurkan dan sebagai bentuk tanggungjawab sebagai warna negara”.

Khusus kepada Panitia Pemungutan Suara dan seluruh KPPS Desa Kukuh, Perbekel Widhi Adnyana menyampaikan ucapan terimakasih atas kerja kerasnya dalam Pilkada 2020 ini. “Kendati belum tuntas 100% tahapan Pilkada ini, Atas nama Pemerintahan Desa Kukuh Kerambitan saya menyampaikan terimakasih kepada PPS, KPPS, Linmas atau Tim Keamanan dan semua pihak yang bertugas selama proses Pilkada di Desa Kukuh Kerambitan, sehingga kegiatan tersebut berjalan sesuai tahapan dan kondusif” (*)

KUKUH, KERAMBITAN – Dalam rangka pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Periode 2021-2024, Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd mengajak seluruh masyarakat Desa Kukuh yang telah memiliki Hak Suara agar menggunakannya sesuai dengan hati nurani pada Rabu, 9 Desember 2020 yang tinggal beberapa hari lagi. “Masyarakat Desa Kukuh Kerambitan agar menggunakan hak pilihnya 9 Desember nanti. Ini sebagai bentuk partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerah. Bagi yang punya hak suara wajib gunakan sebaik-baiknya” ucap Widhi.

Perbekel juga menyampaikan kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilih agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan tidak takut datang ke TPS. “Ayo Nyoblos, tetap dengan protokol kesehatan. Jangan takut ke TPS karena di TPS sudah disiapkan perlengkapan protokol kesehatan seperti sarung tangan, tempat cuci tangan, pengecekan suhu, bilik suara khusus, dan lain-lainya. Dari rumah setiap pemilih agar menggunakan masker, bawa bolpoin dan jaga jarak”.

Selain itu, Perbekel juga mengingatkan agar semua pihak melaksanakan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing dan agar dipertanggung jawabkan secara sekala niskala. “Kepada semua petugas pemungutan suara, keamanan, saksi, termasuk masyarakat agar melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kewenangan dan tugas masing-masing dan agar dipertanggungjawabkan secara sekala niskala, sehingga pelaksanaan pemungutan suara di Desa Kukuh Kerambitan nanti dapat terlaksana secara bermartabat dan tentunya kondusif” Imbuh Widhi Adnyana.

Seperti yang telah diinformasikan, bahwa Pemungutan Suara akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020 mulai pukul 07.00 WITA sampai dengan 13.00 WITA. (*)

BAGI VITAMIN-Perbekel Desa Kukuh (Kiri) I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd saat membagikan Vitamin dari Anggaran Dana Desa kepada Lansia di Wilayah Dusun Samsaman Kelod (2/12)

KUKUH, KERAMBITAN- Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan telah memproyeksikan Anggaran Pendapatan Desa untuk tahun anggaran 2021 nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Perbekel Desa Kukuh – Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd saat ditemui setelah membagikan Vitamin untuk Kesehatan para Lansia di Wilayah Samsaman Kelod tadi (2/12).

Anggaran Pendapatan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan tahun 2021 bersumber dari Dana Desa (Pusat), Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten, Bagi Hasil Restrebusi & Pajak atau BHR dan BHP, Bantuan Keuangan Khusus serta Pendapatan Asli Desa. “Dana Desa yang bersumber dari APBN tahun 2021 untuk Desa Kukuh mendapatkan sekitar 768 Juta, kemudian ADD dari Pemerintah Kabupaten sekitar 616 Juta, BHR dan BHP itu sekitar 98 Juta. BKK Beban Kerja Kita dapat sekitar 109 Juta, BKK Untuk Desa Adat dari Pemerintah Kabupaten sekitar 17 Juta, BKK untuk Subak dari Pemerintah Kabupaten Tabanan sekitar 12 Juta. Tambahan lainnya adalah dari Pendapatan Asli Desa dalam hal ini dari Hasil Usaha BUMDes kira-kira sekitar 5 juta. Jadi jika semua itu ditotal maka akan terkucur dana ke Desa Kukuh sebesar 1,6 Miliar” Jelas Perbekel Widhi.

Dibandingkan dengan jumlah pendapatan anggaran pada tahun 2019 dan 2020, maka pada tahun 2021 dipastikan menurun dari tahun 2019 dan hampir sama dengan anggaran tahun 2020. “Kita maklumi, jika dibandingkan tahun 2019 yang masih era normal tentu tahun 2021 ini pendapatan kita menurun tetapi jika disandingkan dengan jumlah pendapatan pada tahun 2020 maka akan hampir sama. Kita pahami bersama, situasi kita saat ini masih dalam kondisi Pandemi, pemerintah pusat dan daerah juga sedang berusaha meningkatkan pendapatan, termasuk kita di Desa Kukuh juga sedang berupaya keras untuk berusaha mendapatkan supply dana dari Pendapatan Asli Desa yang saat ini hanya baru dari Hasil Usaha BUMDes saja”.

Mengingat jumlah anggaran yang cukup terbatas di tahun 2021 nanti, maka Pemerintah Desa Kukuh akan memanfaatkan anggaran-anggaran tersebut secara skala prioritas lokal yang sesuai dengan tingkat keperluan Desa dan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa. “1,6 Miliar itu tidak bisa kita katakan terlalu sedikit atau terlalu banyak, karena tergantung keperluannya kita untuk apa. Dalam hal ini untuk masing-masing sumber anggaran tersebut sudah ditentukan peruntukannya. Misal, Dana Desa yang jumlahnya 768 Juta itu sesuai dengan kebijakan pembangunan total atas desa yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan di desa atau 18 SDGs Desa. Demikian juga untuk sumber-sumber lainnya, ADD dari Kabupaten yang jumlahnya 616 Juta itu sudah ditentukan penggunaanya untuk Operasional Pemerintahan Desa seperti Gaji Perbekel dan Perangkat Desa, ATK Kantor, Tunjangan BPD, dan lainnya. Jadi kita harus cukup-cukupkan sesuai dengan prioritas dan keperluan Desa pemanfaatannya nanti. Perlu juga diketahui oleh masyarakat desa bahwa anggaran yang ada di Desa itu tidak dapat digunakan seenaknya Perbekel, semua harus sesuai perencanaan, tingkat keperluan dan telah disepakati dalam Musyawarah Desa” Pungkas Perbekel yang sering disapa Manwidhi. (*)

Jakarta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transgmigrasi telah menetapkan arah pembangunan desa hingga tahun 2030 mendatang yang disebut dengan SDGs Desa dengan merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs Desa adalah pembangunan total atas desa. Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh warga desa tanpa ada yang terlewat (no one left behind) yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan. Salah satu segmen dari SDGs Desa ini adalah Desa Ramah Perempuan. “Ini jadi perhatian karena Perempuan termasuk menentukan arah pembangunan bangsa,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam pernyataan pers virtual, Rabu (11/11/2020).Sejumlah data dan fakta disajikan Gus Menteri, sapaan akrabnya, seperti proporsi perempuan yang biasa menggunakan telepon genggam cenderung lebih rendah daripada laki-laki yang artinya, jaringan komunikasi dan peluang memperoleh pengetahuan secara mandiri bagi perempuan lebih rendah daripada laki-laki.Meskipun cenderung meningkat, proporsi jabatan manager untuk perempuan cenderung jauh lebih rendah daripada laki-laki, artinya, memang ada peningkatan posisi pekerjaan kelas menengah bagi perempuan, namun proporsinya masih jauh lebih rendah daripada laki-laki. Ini menandakan belum terwujud kesetaraan gender untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. “Belum ada kesetaraan di ruang publik ini bisa dilihat kursi parlemen yang diduduki perempuan cenderung jauh lebih rendah daripada laki-laki. Perempuan yang duduki kursi parlemen didaerah lebih tinggi dibanding di pusat. Ini artinya posisi perempuan dalam ruang publik dan penentuan arah pembangunan masyarakat masih rendah,” kata Gus Menteri.Hal lain, kekerasan seksual yang dialami perempuan di kota lebih tinggi daripada di desa. Namun, kekerasan di desa cenderung pada pemerkosaan (seksual kontak) sementara di kota cenderung pada pelecehan (tanpa kontak seksual). Olehnya, dibutuhkan kebijakan represif bagi pelaku dan kebijakan rehabilitatif bagi korban (perempuan muda). Gus Menteri mengatakan, masih terjadi ketidaksetaraan gender yang masih terjadi lebih bersifat struktural, sehingga membutuhkan kebijakan yang memihak perempuan. Perlunya arah kebijakan utnuk meningkatkan partisipasi perempuan, melindungi perempuang dan meningkatkan akses dalam ranah publik. “Olehnya, Desa Ramah Perempuan dalam SDGs Desa harus diwujudkan. Untuk bisa mengukur, kami pun menyusun sejumlah indikator-indikator untuk menilai Desa Ramah Perempuan,” kata Gus Menteri. Indikator yang dimaksud adalah Perdes/SK Kades yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuan minimal 30%, dan menjamin perempuan untuk mendapatkan pelayanan, informasi, dan pendidikan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Selanjutnya, angka partisipasi kasar (APK) SMA Sederajat capai 100 persen. Persentase jumlah perempuan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa minimal 30%, dan persentase jumlah perempuan yang menghadiri musdes dan berpartisipasi dalam pembangunan desa minimal 30%.┬áPrevalensi kasus kekerasan terhadap anak perempuan mencapai 0 persen dan Kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif mencapai 100%Median usia kawin pertama perempuan (pendewasaan usia kawin pertama) di atas 18 tahun, dan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun (age specific fertility rate/ASFR) mencapai 0% dan Unmeet need kebutuhan ber-KB mencapai 0%, dan Pasangan Usia Subur (PUS) memahami metode kontrasepsi modern minimal 4 jenis. Gus Menteri mencontohkan, untuk tingkatkan pemberdayaan perempuan dan kebijakan desa yang responsif gender seperti menyusun Perdes/SK Kades tentang pemberdayaan perempuan, Program pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis rumah tangga, Bantuan permodalan dan pelatihan kewirausahaan mandiri, dan Pembentukan dan pelatihan bagi kader desa tentang gender. “Untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dan perencaaan desa dengan cara memberikan ruang partisipasi perempuan dalam pemerintahan desa dan BPD, berikan kuota untuk perempuan terlibat dalam Musyawarah Desa, penguatan lembaga perempuan dan pelatihan kepemimpinan perempuan,” kata Gus Menteri.Dan untuk tingkatkan pelayanan penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan, yaitu dengan mendirikan Lembaga/pos pengaduan kekerasan terhadap anak dan perempuan, fasilitasi dan memberikan pendampingan kepada korban, fasilitasi perlindungan korban kekerasan perempuan dan sosialisasi tentang perlindungan kekerasan.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT

Teks: Firman/Humas Kemendes PDTT

Setelah berhasil mengolah Sampah Rumah Tangga organik menjadi Kompos padat dan cair, tadi pagi (26 Juli 2020) para Utusan PKK masing-masing Dusun yang ada di Desa Kukuh – Kerambitan dilatih untuk mengimplementasikan Kompos asil olahan tersebut ketanaman dalam rangka menciptakan kebun ketahanan pangan Keluarga. Kali ini sebagai percontohan, masing-masing Dusun diberikan bantuan 60 Bibit yang terdiri dari Cabai, Terong dan Tomat. 

Kegiatan ini sebagai tindaklanjut dari PKM Tematik Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa yang telah berlangsung selama 3 Minggu. 

Sebagai kelanjutan program ini, Perbekel Desa Kukuh – Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd akan membuat percontohan budidaya tanaman Jahe Merah dengan media pollybag di setiap Dusun dengan memanfaatkan Kompos dari Sampah yang telah diolah di TPST Mini Desa Kukuh. Serta akan dibuatkan pola keberlanjutan pasca tanam dan pasca panen pada nantinya.┬á

Lokasi Baru Unit Pertokoan dan Jasa BUMDes Kukuh Winangun Desa Kukuh Kerambitan tadi pagi (21 Juli 2020) diresmikan oleh Camat Kerambitan. Dalam kesempatan itu juga di launching produk Beras Super Produksi BUMDes Kukuh Winangun Desa Kukuh Kerambitan serta Layanan Titip Samsat Kendaraan dan Jasa Layanan Pembayaran Online. 

Acara tersebut di saksikan oleh Perbekel Desa Kukuh, BPD Desa Kukuh, Badan Pengawas BUMDes serta dihadiri oleh Perbekel Se-Kecamatan Kerambitan dan Perangkat Desa Kukuh-Kerambitan. 

Masyarakat Desa Kukuh-Kerambitan yang akan melakukan samsat kendaraan sekarang dapat melalui BUMDes Desa Kukuh – Kerambitan.

Camat Kerambitan Melaunching Gedung Baru, Produk dan Layanan BUMDes Desa Kukuh – Kerambitan yang Baru (21 Juli 2020)