Proyeksi Anggaran Pendapatan Tahun 2021 Desa Kukuh Kerambitan Capai 1,6 Miliar

BAGI VITAMIN-Perbekel Desa Kukuh (Kiri) I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd saat membagikan Vitamin dari Anggaran Dana Desa kepada Lansia di Wilayah Dusun Samsaman Kelod (2/12)

KUKUH, KERAMBITAN- Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan telah memproyeksikan Anggaran Pendapatan Desa untuk tahun anggaran 2021 nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Perbekel Desa Kukuh – Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd saat ditemui setelah membagikan Vitamin untuk Kesehatan para Lansia di Wilayah Samsaman Kelod tadi (2/12).

Anggaran Pendapatan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan tahun 2021 bersumber dari Dana Desa (Pusat), Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten, Bagi Hasil Restrebusi & Pajak atau BHR dan BHP, Bantuan Keuangan Khusus serta Pendapatan Asli Desa. “Dana Desa yang bersumber dari APBN tahun 2021 untuk Desa Kukuh mendapatkan sekitar 768 Juta, kemudian ADD dari Pemerintah Kabupaten sekitar 616 Juta, BHR dan BHP itu sekitar 98 Juta. BKK Beban Kerja Kita dapat sekitar 109 Juta, BKK Untuk Desa Adat dari Pemerintah Kabupaten sekitar 17 Juta, BKK untuk Subak dari Pemerintah Kabupaten Tabanan sekitar 12 Juta. Tambahan lainnya adalah dari Pendapatan Asli Desa dalam hal ini dari Hasil Usaha BUMDes kira-kira sekitar 5 juta. Jadi jika semua itu ditotal maka akan terkucur dana ke Desa Kukuh sebesar 1,6 Miliar” Jelas Perbekel Widhi.

Dibandingkan dengan jumlah pendapatan anggaran pada tahun 2019 dan 2020, maka pada tahun 2021 dipastikan menurun dari tahun 2019 dan hampir sama dengan anggaran tahun 2020. “Kita maklumi, jika dibandingkan tahun 2019 yang masih era normal tentu tahun 2021 ini pendapatan kita menurun tetapi jika disandingkan dengan jumlah pendapatan pada tahun 2020 maka akan hampir sama. Kita pahami bersama, situasi kita saat ini masih dalam kondisi Pandemi, pemerintah pusat dan daerah juga sedang berusaha meningkatkan pendapatan, termasuk kita di Desa Kukuh juga sedang berupaya keras untuk berusaha mendapatkan supply dana dari Pendapatan Asli Desa yang saat ini hanya baru dari Hasil Usaha BUMDes saja”.

Mengingat jumlah anggaran yang cukup terbatas di tahun 2021 nanti, maka Pemerintah Desa Kukuh akan memanfaatkan anggaran-anggaran tersebut secara skala prioritas lokal yang sesuai dengan tingkat keperluan Desa dan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa. “1,6 Miliar itu tidak bisa kita katakan terlalu sedikit atau terlalu banyak, karena tergantung keperluannya kita untuk apa. Dalam hal ini untuk masing-masing sumber anggaran tersebut sudah ditentukan peruntukannya. Misal, Dana Desa yang jumlahnya 768 Juta itu sesuai dengan kebijakan pembangunan total atas desa yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan di desa atau 18 SDGs Desa. Demikian juga untuk sumber-sumber lainnya, ADD dari Kabupaten yang jumlahnya 616 Juta itu sudah ditentukan penggunaanya untuk Operasional Pemerintahan Desa seperti Gaji Perbekel dan Perangkat Desa, ATK Kantor, Tunjangan BPD, dan lainnya. Jadi kita harus cukup-cukupkan sesuai dengan prioritas dan keperluan Desa pemanfaatannya nanti. Perlu juga diketahui oleh masyarakat desa bahwa anggaran yang ada di Desa itu tidak dapat digunakan seenaknya Perbekel, semua harus sesuai perencanaan, tingkat keperluan dan telah disepakati dalam Musyawarah Desa” Pungkas Perbekel yang sering disapa Manwidhi. (*)

about author

Admin

info@kukuh.desa.id

<p>Admin Web Site Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kab. Tabanan</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *