Author: Admin

FOTO BERSAMA – Tim Verifikasi STBM Foto Bersama Kader Kesling, Perbekel, Kadus & Tim Puskesmas Kerambitan II saat setelah penetapan Desa ODF di Desa Kukuh (23/11).

KUKUH, KERAMBITAN – Dalam upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, pagi hingga siang tadi (23/11) tim Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kabupaten Tabanan melaksanakan Verifikasi ODF (Open Defecation Free) dengan menyasar masyarakat di lima Banjar Dinas yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan.

Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam masyarakat tidak buang air besar sembarangan, mengingat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Verifikasi secara sampling dengan menyasar 157 Kepala Keluarga di Wilayah Desa Kukuh Kerambitan diverifikasi secara door to door oleh tim verifikasi STBM Kabupaten Tabanan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, TP PKK Kabupaten, Dinas Pertanian, dan Kodim tersebut berlangsung sekitar 3 jam.

Menurut I Made Mulyadi, SST selaku koordinator Tim Verifikasi STBM Kabupaten Tabanan dalam paparannya menyebutkan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Tabanan telah terdapat 32 Desa ODF dari sekitar 64 target Desa ODF. Pihaknya juga menyatakan bahwa Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya. Perubahan ini dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa Desa ODF ini adalah salah satu target yang ingin dicapai oleh Desa Kukuh di tahun 2021 ini. “Status Desa ODF ini adalah target kita di Tahun 2021, sehingga tahapannya sudah kita mulai sejak awal 2021 hingga saat ini di Bulan November 2021 kita di Verifikasi. Harus kita sadari bahwa jika tercipta lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang sehat, jika tercipta kehidupan yang sehat maka tercpita badan yang kuat, dan di dalam badan yang kuat akan tercipta pemikiran yang sehat juga”.

Dalam pantauan di lapangan 100% masyarakat di Desa Kukuh Kerambitan telah memiliki dan memanfaatkan Jamban masing-masing untuk buang air besar dan 100% masyarakat juga telah memiliki dan memanfaatkan sarana cuci tangan pakai sabun.

Dari hasil verifikasi lapangan dan hasil pleno verifikasi maka Desa Kukuh di nyatakan sangat memenuhi ketentuan dan persyaratan sehingga ditetapkan sebagai Desa ODF Pertama di Kecamatan Kerambitan dan menjadi Desa ODF ke-33 di tingkat Kabupaten Tabanan.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan menyambut baik penetapan status Desa ODF tersebut serta pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga, mengawal dan melaksanakan ketentuan-ketentuan Desa ODF tersebut. ” Setelah ditetapkan sebagai Desa ODF maka tugas kita selanjutnya adalah menjaga dan memastikan agar masyarakat kita di Desa Kukuh tetap disiplin untuk tidak buang air besar sembarangan dan selalu berprilaku hidup bersih dan sehat. Atas nama pemerintah Desa Kukuh kami mengucapkan terimakasih kepada Tim dari Puskesmas Kerambitan II yang telah membina kami, para kader kesehatan lingkungan Desa Kukuh & TP PKK Desa Kukuh serta Bapak dan Ibu Kepala Kewilayahan atas kerja kerasnya untuk Desa Kukuh tercinta” imbuhnya. (*)

ILUSTRASI – Babi Peliharaan Kelompok Ternak Jaya Winangun Laku Habis saat Galungan Tiba.

KUKUH, KERAMBITAN – Sudah empat bulan sepuluh hari dipelihara oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan akhirnya 18 ekor babi itu terjual habis untuk tradisi “mepatung” jelang hari raya Galungan yang akan jatuh pada minggu ke-2 bulan November 2021 ini. 

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Sumandia bahwa sejak pertengahan Oktober 2021 yang lalu pihaknya telah mulai memasarkan babi yang dipelihara oleh anggota kelompok yang dipimpinnya kepada masyarakat sekitar. Sejak mulai dipasarkan, nampaknya masyarakat sekitar Desa Kukuh Kerambitan merespon dengan mulai melakukan pemesanan babi. “Sejak minggu ketiga Oktober, tiang sudah mulai pasarkan babinya khusus di Desa Kukuh Kerambitan saja. Saat itu juga sudah mulai ada yang order babi dengan berat minimal 1 kwintal untuk mepatung Galungan. Dari 19 Babi yang siap panen sampai saat ini sudah 18 Ekor babi yang sudah dipesan dan laku” tutur pria Pensiunan PNS ini. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari 18 babi yang telah laku tersebut merupakan panen pertama sejak Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan ini dibentuk sekitar bulan Maret 2021 yang lalu. Pasca dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Pengukuhan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, kelompok ternak yang berdomisili di Dusun Kukuh Kawan Desa Kukuh Kerambitan ini melakukan kegiatan penggemukan babi secara parsial dimasing-masing anggota kelompok. “Setelah di Kukuhkan oleh Bapak Perbekel Desa Kukuh, sejak sekitar akhir Juli 2021 kami bersama anggota kelompok melakukan kegiatan penggemukan babi dimasing-masing kandang milik anggota kelompok. Satu orang anggota kelompok paling sedikit memelihara 2 ekor babi dan ada juga yang digabung, maksudnya 2 orang anggota kelompok memelihara di 1 kandang dengan jumlah 4 ekor babi. Sementara ini kami belum memiliki tempat terpusat atau koloni untuk memelihara babi, namun itu tidak membuat kami berkecil hati, sepanjang bisa kita berusaha pasti akan ada cara dan solusi. Khusus untuk pakan ternaknya saat ini kami bekerja sama dengan BUMDesa Sarining Winangun Kukuh, jadi Pakan ternaknya disupplay oleh BUMDesa kami” imbuh Sumandia.

Ketika ditanya mengenai harga babi yang telah laku terjual untuk keperluan “pematung” tersebut, Sumandia menyatakan bahwa penetapan harga perkilogramnya masih menunggu standar harga yang berlaku saat Hari Raya Galungan. Kendati demikian pihaknya sudah melakukan prediksi harga jual yaitu dikisaran 45 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah perkilogramnya.

“Dengan kami memelihara Babi dan saat ini sudah laku tentunya kami sangat terbantu dari sisi ekonomi. Setidaknya dari estimasi penjualan yang kami lakukan saat ini, setiap 1 ekor babi memperoleh profit bersih antara 1,5 Juta sampai 2 Juta tergantung beratnya. Dengan keuntungan sekian perekor tentu sangat membantu para anggota kelompok kami setidaknya untuk kebutuhan dapur” 

Nyoman Sumandia juga menjelaskan bahwa kelompoknya akan terus berusaha dan produktif untuk memelihara babi pasca babi yang saat ini habis terjual serta akan berkerjasama dengan pihak-pihak terkait, kendati demikian pihaknya berharap agar tidak ada lagi badai ASF dan sejeninya seperti yang sebelumnya pernah menyerang hewan babi hampir diseluruh Bali. 

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd mengkonfirmasi bahwa usaha yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun itu sangat diapresiasi olehnya. Menurut Widhi bahwa kelompok ternat tersebut adalah salah satu kelompok ternak yang benar-benar berproses menjalankan misi kelompoknya. “Saya atas nama lembaga sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh kelompok ternak Jaya Winangun ini, usaha yang dilakukan benar-benar terpola dan terkoordinir sehingga tujuannya bisa dicapai. Terlebih kelompok ini telah mendapatkan bantuan berupa bibit babi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tabanan. Semoga kelompok ini terus berproses menjalankan usahanya sehingga tetap produktif dan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian anggota kelompoknya”.

Perbekel Widhi menambahkan bahwa ditahun 2022 nanti pihaknya akan memfasilitasi anggota kelompok ternak Jaya Winangun ini berupa peningkatan kapasitas tata kelola pemeliharaan Babi. “2022 nanti kita dari Desa akan memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pemeliharaan babi kepada kelompok ini agar optimal lagi. Demikian juga untuk kelompok-kelompok ternak yang lainnya yang telah kami kukuhkan melalui SK Pengukuhan Perbekel dan telah menunjukkan hasil dan kebermanfaatan bagi anggota kelompoknya”. (*)

LANSIA NON PRODUKTIF DIPERIKSA – Salah Satu Lansia Desa Kukuh Kerambitan yang non produktif mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ke rumah-rumah (10/9) yang lalu.

KUKUH, KERAMBITAN – Desa saat ini memiliki peranan strategis dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam makna yang seluas-luasnya. Upaya inovatif tentu harus diupayakan untuk dapat dilakukan oleh masing-masing pemerintahan desa di bawah komando Perbekel atau kepala Desa sebagai ujung tombak penentu kebijakan dilevel Desa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Meski dalam suasana Pandemi COVID-19, justru menggeber kegiatan home screening Kesehatan dengan sasaran para lansia non produktif. Uniknya adalah mereka yang terlibat sebagai tenaga home screening Kesehatan ini adalah para warga Desa Kukuh Kerambitan yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. 

Home Screening Kesehatan merupakan kegiatan pemeriksaan Kesehatan dasar gratis seperti pengukuran tensi, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, kolesterol, dan asam urat yang dilakukan secara door to door ke rumah para lansia yang sudah tidak dapat beraktivitas atau lansia non produktif. Selain itu para lansia juga diberikan kosultasi dasar terkait gizi serta diberikan vitamin sesuai kebutuhannya. 

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd. Menurut perbekel muda ini bahwa kegiatan Home Screening Kesehatan merupakan wujud nyata pihaknya mengimplementasikan visi dan misi dalam bidang Kesehatan sesuai dengan amanat SDGs Desa ke-3 yaitu Desa Sehat dan Sejahtera. “Kegiatan pemeriksaaan Kesehatan untuk lansia non produktif ini akan rutin kita lakukan dengan metode mengunjungi rumahnya. Pelaksanaannya kita sinergikan dengan TP PKK Desa Kukuh dan eksekutornya adalah Tim Penggerak Desa Sehat yang kita bentuk sebagai salah satu kelompok masyarakat yang merupakan utusan warga masing-masing dusun yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. Segala kebutuhan sarana prasarananya kita fasilitasi dari Desa dengan Dana Desa 2021. Konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat Desa untuk Desa itu sendiri”.

Menurut Ketua TP-PKK Desa Kukuh Ni Putu Yulia Ratih mengungkapkan bahwa peran serta Tim Penggerak PKK Desa dalam kegiatan tersebut adalah mengkoordinasikan Kegiatan mengingat TP PKK memiliki kewenangan pada Pojka 4 untuk mewujudkan Desa Sehat. 

Keluarga Lansia dari Ni Ketut Mungkreg sebagai salah satu sasaran kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/9) yang lalu mengapresiasi program kegiatan ini, pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Desa Kukuh karena berkat program ini salah satu keluarganya yang kini sedang lansia dan tidak dapat berdiri dan berjalan normal mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Menurut rencana yang telah ditetapkan, kegiatan Home Screening Kesehatan Lansia Non produktif ini akan diselenggarakan setiap seminggu sekali secara bertahap di 5 dusun yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan. (*)

Berdasarkan Surat dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan Nomor 518/659/Diskop tanggal 6 September 2021 tentang Permohonan Data Usulan Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Tahap III Tahun 2021 untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, maka dengan ini diumumkan persyaratan dan prosedur pengajuan Bantuan BPUM Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

PERSYARATAN:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.
  3. Fotocopy Kartu Keluarga
  4. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kantor Desa
  5. Memiliki Usaha Mikro
  6. Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD
  7. Tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)

PROSEDUR:

  • Semua Berkas Persyaratan di atas dijadikan satu dalam Map Berwarna Merah dan di kumpulkan ke Kantor Desa Kukuh Setiap Hari Kerja selambat-lambatnya tanggal 10 September 2021 Jam 13.00 WITA. (Pada MAP Wajib Mencantumkan Nomor Telpon/HP yang masih aktif)
  • Hari & Jam Kerja Kantor Desa Kukuh adalah Senin sampai Kamis jam 08.00 sampai 15.00 WITA dan Hari Jumat jam 08.00 sampai 13.00 WITA. 
  • Pemerintah Desa Kukuh hanya membantu mengusulkan secara kolektif ke Instansi terkait sesuai dengan kewenangan yang diinstruksikan. Mengenai kewenangan menetapkan para pemerima Bantuan BPUM ada pada Instansi yang ditugaskan.
  • Proses Pengusulan Bantuan BPUM ini tidak dipungut biaya.

Demikian pengumuman ini disampaikan kepada seluruh masyarakat Desa Kukuh dan bagi yang memenuhi persyaratan dipersilahkan untuk segera mengajukan usulan sesuai dengan persyaratan dan prosedur di atas. Atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

TERAPKAN APLIKASI DIREKTORI UMKM/IKM – Akademisi STIKI Indonesia I Putu Susila Handika (Kiri) bersama Perbekel Desa Kukuh Kerambitan (kanan) saat memperlihatkan aplikasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh Kerambitan (1/10).

Kukuh, Kerambitan – Laju gerak muwujudkan Desa Digital di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dengan pola pemberdayaan stakeholder nampaknya semakin bergeliat. Berbagai inovasi berbasis teknologi informasi dilakukan oleh pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dalam rangka percepatan dan pelayanan bagi masyarakat serta dalam upaya membangun desa berbasis Data di Desa Kukuh Kerambitan.

Salah satu yang baru saja mulai diterapkkan secara resmi penggunaanya sejak 1 September 2021 yang lalu adalah aplikasi teknologi informasi berbasis web untuk pendataan dan penerbitan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) bagi pelaku UMKM dan IKM yang ada di wilayah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Aplikasi yang disebut Sistem Informasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh tersebut dibangun oleh sekelompok Dosen STIKI Indonesia yang terdiri dari I Putu Susila Handika, I Kadek Susila Satwika, Putu Praba Santika dan Made Suci Ariantini melalui Program Pengabdian Masyarakat.

Menurut I Putu Susila Handika selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat menyatakan bahwa pada era digital saat ini diperlukan sebuah upaya inovasi bagi Desa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan salah satunya adalah pelayanan Surat Keterangan Tempat Usaha bagi masyarakat Desa Kukuh Kerambitan. “Pada sistem yang kami bangun ini memfasilitasi pemerintah Desa dan Masyarakat khususnya yang memiliki usaha atau industri yang berlokasi di Desa Kukuh untuk mendapatkan Surat Keterangan Tempat Usaha. Skemanya adalah Data Base para pelaku UMKM atau IKM sudah tersedia dan dapat di tambah atau di perbaharui datanya setiap saat, sehingga data para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan ini akan selalu Up to Date, sehingga kapan pun masyarakat membutuhkan SKTU itu bisa langsung dicetakkan oleh petugas di kantor Desa. Tidak perlu bawa berkas-berkas lagi karena semua datanya sudah tersimpan di sistem ini. Untuk kedepannya kami akan terus tingkatkan fitur-fiturnya sehingga semakin kompleks dapat bermanfaat” Papar Susila.

Tidak hanya itu, ternyata aplikasi yang dapat di akses melalui halaman https://umkm.kukuh.desa.id ini juga dapat diakses oleh masyarakat umum yang ingin mengetahui usaha dan jasa apa saja yang ada di Desa Kukuh Kerambitan. “Bagi pihak-pihak yang memerlukan data tentang UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan juga dapat melihatnya, bahkan sudah kita lengkapi dengan peta lokasi tempat usahanya. Tujuannya adalah jika ada yang memerlukan salah satu produk atau jasa dari para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh ini bisa langsung dikontak atau dikunjungi tempat usahanya. Menurut kami ini salah satu implementasi sederhana dari Desa Cerdas atau Smart Village” imbuhnya.

Terkait dengan inovasi tersebut, Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk mewujudkan Desa Digital sehingga upaya-upaya riil pun dilakukan. “Kami sangat komit untuk membangun desa Kukuh ini menjadi sebuah Desa Digital karena eranya sekarang memang era digital sehingga harus kita dorong agar pelaksanaan pemerintahan di Desa Kukuh ini juga dengan cara-cara digital yang orientasinya adalah percepatan dan kemudahan pelayanan. Adanya bantuan dalam bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat dari para Akademisi ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita di Desa Kukuh Kerambitan khususnya untuk para akademisi dari Kampus STIKI Indonesia ini” jelas Perbekel Widhi.

“Aplikasi Direktori UMKM dan IKM ini di fasilitasi oleh Kampus STIKI Indonesia dan sangat bermanfaat bagi kami, karena kami bisa lebih cepat memproses surat keterangan tempat usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat. Disamping itu kami akhirnya memiliki data-data usaha yang dimiliki oleh masyarakat di Desa Kukuh. Tugas kami ke depan adalah mengelola aplikasi ini minimal untuk melakukan update data dan penambahan data jika ada usaha masyarakat yang belum terdata di sistem ini. Kami atas nama Pemerintah Desa Kukuh menyampaikan ucapan terimakasih kepada para akademisi STIKI Indonesia yang telah membantu kami secara bertahap untuk mewujudkan Desa Digital ini” Imbuh Widhi Adnyana.

Perbekel Desa Kukuh mengklaim bahwa dengan adanya Aplikasi Direktori UMKM dan IKM Desa Kukuh Kerambitan ini masyarakat yang memerlukan Surat Keterangan Tempat Usaha hanya membutuhkan waktu 3 menit saja. “Ketika data UMKM dan IKM masyarakat Desa Kukuh Kerambitan ini sudah ada di Data Base maka hanya butuh waktu 3 menit saja, Surat Keterangan Tempat Usaha sudah beres deh” (*)

MENINJAU DEMPLOT – Perbekel Singapadu Kaler bersama rombongan meninjau Demplot Spesifik di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan (13/8)

KUKUH, KERAMBITAN – Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, tadi (13/8) pagi menerima Kunjungan dari Pemerintah Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru penerapan pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Rombongan terbatas yang terdiri dari Perbekel Desa Singapadu Kaler I Made Karjana, Ketua BUMDesa Singapadu Kaler, Pekaseh dan beberapa perwakilan anggota Subak yang ada di Desa Singapadu Kaler tersebut di terima langsung oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd didampingi oleh Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa Kukuh Kerambitan, Pekaseh dan Pengurus Subak Samsaman, Ketua BUMDesa Kukuh, PPL Pertanian Desa Kukuh dan Akademisi Bidang Pertanian yang juga tim ahli Perbekel Desa Kukuh Kerambitan. Rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut di terima di Balai Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan.

Perbekel Desa Singapadu Kaler menjelaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melihat secara langsung pola pertanian terintegrasi yang telah kembangkan di Desa Kukuh Kerambitan yang nantinya akan diimplementasikan di Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar melalui program Puspa Aman. Pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan sejak tahun 2020 yang lalu hingga saat ini dinilai sangat baik dalam upaya menuntaskan dan mewujudkan sistem pertanian tuntas dari hulu hingga hilir dengan mengoptimalkan stakeholder yang ada di Desa yaitu mulai dari Pemerintah Desa, Subak, BUMDesa, PPL Pertanian dan Akademisi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd bahwa Konsep Pola Pertanian Terintegrasi tersebut adalah sebuah upaya untuk mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing pihak yang terlibat di Desa dalam bidang Pertanian. Sehingga para petani akan fokus pada urusan mengolah lahan, menanam dan merawat Padi hingga siap panen. Setelah panen, BUMDesa memiliki peran dalam penanganan hasil panen padi dengan membeli gabah para petani selanjutnya diolah dan distribusikan di pasar dalam bentuk beras. Sementara PPL Pertanian yang ditugaskan di Desa berperan memberikan penyuluhan kepada petani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani guna meningkatkan kesejahteraannya. Akademisi berperan sebagai penggerak inovasi dan teknologi tepat guna terhadap pertanian berkelanjutan baik dari hulu-hilir sampai pengolahan sehingga memiliki nilai tambah lebih sehingga produk pertanian lokal berdaya saing. Peran Pemerintah Desa dalam pola pertanian terintegrasi ini adalah sebagai fasilitator dalam rangka mengkoordinasikan dan menentukan kebijakan yang strategis berdasarkan kearifan lokal Desa dalam upaya pemajuan pertanian di tingkat Desa.

“Dengan pola terintegrasi ini, semua pihak yang terlibat di Desa akan mengambil peran masing-masing dan bertanggung jawab atas perannya. Petani jangan lagi dibebankan pada urusan pasca panen, petani fokus ngurusin tanaman padinya di sawah saja. Kita sudah terapkan pola ini sejak Tahun 2020 di Desa Kukuh Kerambitan hingga saat ini. Hasilnya sudah bisa dirasakan oleh Petani yang sudah kita dampingi. Urusan pertanian hulu hingga hilir itu di Desa Kukuh sudah tidak wacana lagi, tapi sudah terealisasi dan tuntas” pungkas Perbekel Widhi Adnyana.

Diakhir pertemuan dan diskusi, rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut berkesempatan melihat langsung Demplot pertanian spesifik hasil kerjasama antara Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dengan Universitas Warmadewa melalui program pengabdian kepada masyarakat di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan. (*)

MEPENGARAH DIGITAL – Salah satu pesan yang diterima oleh warga Desa Kukuh Kerambitan yang dikirimkan oleh Pemerintah Desa Kukuh.

KUKUH, KERAMBITAN – Semenjak dideklarasikan sebagai Desa Digital pada awal Tahun 2020 yang lalu, nampaknya Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan terus melakukan upaya digitalisasi Desa baik secara terintegrasi dan parsial.

Mengawali ikrar Desa Kukuh sebagai Desa Digital adalah sejak awal Tahun 2020 Pemerintah Desa membangun sebuah pusat informasi digital berbasis Web Site dengan alamat www.kukuh.desa.id. Dalam web site tersebut menyajikan informasi terkini tentang Desa Kukuh yang dikemas dalam berita, pengumuman, dan penyajian data desa. Tidak hanya itu, beberapa layanan online juga telah siapkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan seperti Layanan Keluhan dan Pengaduan, Layanan Data UMKM/IKM, serta Layanan Pelaporan Penduduk Pendatang.

Untuk memaksimalkan dan melengkapi layanan digital, Sejak 1 Agustus 2021 yang lalu Pemerintah Desa Kukuh memanfaatkan layanan Whatsapp Blasting atau WA Blast untuk menyampaikan informasi atau pengumuman yang wajib diketahui oleh setiap warga masyarakat atau setiap kepala keluarga.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menjelaskan bahwa dimasa pembatasan oleh karena Pandemi COVID-19 ini mengharuskan segala upaya untuk dimanfaatkan dalam rangka menyebar luaskan informasi yang wajib diketahui oleh setiap masyarakat. “Pandemi ini membatasi interaksi secara langsung atau tatap muka, untuk itu salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana untuk mendistribusikan informasi penting kepada warga sehingga warga dengan cepat mendapatkan informasi. Untuk itu kami memaksimalkan pemanfataan WA Blast untuk mendistribusikan informasi kepada setiap warga yang ada di Desa Kukuh Kerambitan”.

Teknologi sederhana WA Blast adalah teknologi pengiriman pesan dengan fitur WhatsApp Business API yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan ke banyak nomor secara bersamaan. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan menyiapkan sebuah server dan perangkat lunak sederhana yang berfungsi untuk mengirimkan pesan keseluruh nomor Whatsapp milik masyarakat Desa Kukuh Kerambitan yang telah di data sebelumnya pada saat survei SDGs Desa. Dari server dan perangkat lunak itulah pesan dalam bentuk informasi atau pengumuman akan di kirimkan secara bersamaan ke nomor Whatsapp para masyarakat.

“Dengan WA Blast ini kami cukup terbantu untuk menyampaikan info kepada masyarakat karena sifatnya up to date informasi itu diterima langsung oleh warga. Setidaknya saat ini dari hasil pendataan SDGs tercatat 92 persen warga setiap 1 kepala keluarga memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp, sehingga informasi yang kita sampaikan itu setiap Kepala keluarga pasti menerima, kecuali nomor WAnya di ganti atau tidak dalam terkoneksi internet. Kita sudah uji coba sejak 1 Agustus 2021 untuk menginformasikan perpanjangan usulan BPUM, ternyata banyak masyarakat yang datang ke kantor Desa untuk mengumpulkan persyaratannya. Artinya, teknologi sederhana ini dapat dijadikan sebuah media yang produktif dan informatif dalam rangka percepatan distribusi informasi di Desa Kukuh Kerambitan” Imbuh Perbekel Widhi.

Dari pantauan di lapangan, memang benar bahwa setiap warga yang memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp menerima pesan secara personal. Bahkan pada pesan tersebut masing-masing warga penerima pesan disebutkan nama lengkapnya sesuai yang tertera pada KTP atau data kependudukan.

“Pesan yang dikirim di WA itu sifatnya sangat personal sekali, meskipun isi pesannya sama. Kita ingin agar masyarakat menjadi cepat mengetahui informasi di Desa. Cukup satu kali klik di server, semua warga yang telah terdata nomor WAnya sudah dapat informasi yang kita kirimkan. Desa Digital harus dimulai dengan cara-cara sederhana dan tidak mesti harus mengeluarkan anggaran yang banyak-banyak, yang penting manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat” pungkas Perbekel yang kini juga terpilih sebagai Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu. (*)

Berdasarkan Surat dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan Nomor 518/572/Diskop tanggal 27 Juli 2021 tentang Permohonan Data Usulan Bantuan Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, maka dengan ini diumumkan persyaratan dan prosedur pengajuan Bantuan BPUM Tahun 2021 adalah sebagai berikut:

PERSYARATAN

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.
  3. Fotocopy Kartu Keluarga
  4. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kantor Desa
  5. Memiliki Usaha Mikro
  6. Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD
  7. Tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)

PROSEDUR

  • Semua Berkas Persyaratan di atas dijadikan satu dalam Map Berwarna Merah dan di kumpulkan ke Kantor Desa Kukuh Setiap Hari Kerja selambat-lambatnya tanggal 11 Agustus 2021 Jam 12.00 WITA. (Pada MAP Wajib Mencantumkan Nomor Telpon/HP yang masih aktif)
  • Hari & Jam Kerja Kantor Desa Kukuh adalah Senin sampai Kamis jam 08.00 sampai 15.00 WITA dan Hari Jumat jam 08.00 sampai 13.00 WITA. 
  • Pemerintah Desa Kukuh hanya membantu mengusulkan secara kolektif ke Instansi terkait sesuai dengan kewenangan yang diinstruksikan. Mengenai kewenangan menetapkan para pemerima Bantuan BPUM ada pada Instansi yang ditunjuk pada Pemerintah Kabupaten Tabanan.
  • Proses Pengusulan Bantuan BPUM ini tidak dipungut biaya.

Demikian pengumuman ini disampaikan kepada seluruh masyarakat Desa Kukuh dan bagi yang memenuhi persyaratan dipersilahkan untuk segera mengajukan usulan sesuai dengan persyaratan dan prosedur di atas. Atas perhatiannya kami sampaikan terimakasih.

PANEN PADI – Proses Panen Padi di Subak Mumbu pada 25 Juli 2021 yang lalu. Gabah hasil panen ini dibeli oleh BUMDesa Sarining Winangun Kukuh

KUKUH, KERAMBITAN – Musim panen padi di Subak Mumbu Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan periode masa tanam kedua di tahun 2021 kini telah tiba dan sejak akhir Juli 2021 yang lalu sudah ada beberapa petani yang mulai memanen padinya.

Menyikapi musim panen kali ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kembali membeli hasil panen petani dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP). Dalam penyampaiannya Direktur BUMDesa I Ketut Sujaya mengatakan bahwa sejak memasuki musim panen kedua tahun 2021 hingga berita ini dipublikasikan (3/8) pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh telah membeli gabah petani. “Sejak akhir Juli 2021 hingga hari ini 3 Agustus 2021 ada beberapa petani di Subak Mumbu yang sudah panen padi. Dari mereka yang sudah panen ini ada yang tidak menjual hasil panennya dengan alasan untuk keperluan atau konsumsi sendiri dan ada yang memang menjual seluruh hasil panennya bahkan ada yang hanya menjual sebagian hasil panennya. Khusus bagi yang menjual hasil panennya, kami di BUMDesa kembali sudah membeli dengan harga wajar dikisaran empat ribu dua ratus hingga empat ribu limaratus per kilo gabah kering panen sesuai kualitas gabah. Total sampai hari ini sudah 3,9 Ton gabah kering panen dari petani subak Mumbu Desa Kukuh Kerambitan yang sudah kami beli lunas” jelas Ketut Sujaya.

Dari pantaun dilapangan, terdapat beberapa petani yang memang enggan menjual hasil panennya dan lebih memilih untuk distok di rumah untuk kepentingan kebutuhan sehari-hari. Bahkan terlihat juga ada beberapa yang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan kendala air yang cukup susah.

Akibat dampak hama dan kendala air yang juga berpengaruh terhadap kualitas hasil padi maka pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kali ini sangat selektif untuk membeli gabah para petani, mengingat akan berpengaruh pada kualitas beras yang dihasilkan. “Kali ini BUMDesa selektif dalam membeli gabah petani, karena kualitas gabah ini akan mempengaruhi juga kualitas beras yang kami jual pada nantinya. Kami mohon maaf kepada Petani di Desa Kukuh karena tidak bisa membeli semua gabah yang dipanen kali ini. Sebelum panen kami survei dulu tanaman padinya, jika banyak padi yang rusak karena hama atau faktor lainnya kami tidak berani spekulasi untuk membeli” imbuh Sujaya.

Hingga hari ini, distribusi penjualan Beras produksi BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan telah merambah beberapa Kabupaten di Bali misalnya di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Karangasem.(*)

FOTO ILUSTRASI- PKTD Peningkatan Jalan Milik Desa Kukuh Kerambitan Siap di Gas Akhir Juli hingga Agustus 2021 mendatang.

KUKUH, KERAMBITAN – Sesuai dengan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2021 Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari ke depan akan segera mengeksekusi kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan Desa dalam bentuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan.

Dari Rencana Angaran Biaya yang telah disusun dan disesuaikan pasca adanya perubahan dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) akibat dampak Pandemi COVID-19 pada awal Juli 2021 yang lalu, kegiatan tersebut mendapatkan pagu sebesar 146 Juta lebih. Dari pagu sejumlah itu, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat maka sebesar 50% wajib dipergunakan untuk belanja upah tenaga kerja dan sisanya dipergunakan untuk belanja bahan baku dan honor Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Kepala Urusan Perencanaan Desa Kukuh Kerambitan Siluh Kayan Rai Adi menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan tersebut telah disesuikan dengan kebijakan prioritas pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengingat sumber anggaran yang dipergunakan untuk membiayai kegiatan ini adalah dari Dana Desa Tahun 2021. Dijelaskan juga bahwa secara teknis, kegiatan PKTD tersebut di kelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdiri dari Kepala Dusun, Kader Teknik Desa, dan unsur masyarakat Desa.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat pemerintah pusat bahwa PKTD harus dapat menggerakkan perekonomian Desa ditengah Pandemi. “Pemerintah pusat menginstruksikan bahwa kegiatan PKTD ini harus menjadi solusi di tengah pandemi untuk meningkatkan pendapatan warga desa, disamping manfaat pembangunan skala prioritas tetap berjalan, pendapatan warga desa pun mulai berangsur pulih, sehingga semua dapat terbantu dengan ada program ini. Pak Menteri Desa juga kemarin menegaskan bahwa ada tiga skala prioritas Dana Desa dimasa pandemi ini yaitu BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa, serta untuk penyelenggaraan Desa Aman Covid-19. 3 skala prioritas ini sudah kita lakukan di Desa Kukuh Kerambitan. Bagi masyarakat yang berkenan untuk ikut bekerja pada kegiatan PKTD ini dipersilahkan koordinasi dengan TPK” tegas Widhi. (*)