Category Archive : Berita

Penetapan APBDES Kukuh Kerambitan berlangsung (30/12)

KUKUH, KERAMBITAN – Satu hari sebelum tahun 2021 berakhir tepatnya Kamis (30/12), Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan melaksanakan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2022. Kegiatan rutin awal tahun anggaran ini dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa yang dipimpin oleh Ketua BPD Desa Kukuh Kerambitan Drs. A. A Rai Budi Utama.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kukuh Kerambitan tersebut menetapkan jumlah pendapatan Desa Kukuh Kerambitan tahun 2022 sejumlah 1.659.893.000 dengan rincian sumber pendapatan dari Dana Desa sebesar Rp. 717.209.000, Alokasi Dana Desa sebesar  Rp. 606.234.000, Bagi Hasil Pajak dan Retrebusi Rp. 105.000.000, Bantuan Keuangan Khusus Provinsi Rp. 20.000.000, Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten sebesar Rp. 109.800.000 dan Pendapatan Asli Desa (BUMDesa) Rp. 14.000.000, sementara itu pendapatan dari Sumber keuangan lainnya yang sah dan tidak mengikat sejumlah Rp. 7.000.000, serta silpa tahun 2021 sebesar Rp. 80.650.000.

Sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109 Tahun 2021 maka pagu anggaran Dana Desa sebesar 717 Juta Rupiah tersebut diproyeksikan sebanyak 40% untuk Pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), 8% Pencegahan dan Penanganan COVID-19, serta 20% untuk Ketahanan Pangan dan Hewani. Dari perhitungan alokasi tersebut maka sisa Dana Desa sejumlah 32% diproyeksikan untuk Pelaksanaan PAUD, Posyandu, Desa Siaga, Operasional TPS3R atau Penanganan Sampah berbasis Sumber.

Menurut Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd menyatakan bahwa dengan adanya Perpres 104 dan PMK 109 Tahun 2021 tersebut maka dapat disimpulkan pada tahun 2022 kegiatan pembangunan Fisik yang telah direncanakan dalam RKP 2022 ditangguhkan pelaksanaannya. “Tahun 2022 kita punya 2 kegiatan Fisik yaitu penyenderan jalan usaha tani di Dusun Samsaman Kelod dan Perbaikan Jalan Usaha tani di Subak Mumbu harus kita tunda dulu karena anggaran dari Dana Desa tidak mencukupi, hal itu oleh karena adanya kebijakan dan arahan dari Pemerintah Pusat. Kita harus tunduk pada aturan dalam rangka pemulihan perekenomian masyarakat. Bukan berarti kita tidak berusaha untuk optimis dapat melaksanakan kegiatan fisik itu, nanti kita bersama-sama dengan stakeholders carikan solusi apakah melalui Bantuan Sosial dari Pemerintah Kabupaten atau juga yang lainnya”.

Terkait dengan mekanisme penerimaan BLT-DD tahun 2022 sesuai yang diamanatkan dalam kebijakan Pemerintah Pusat tersebut, menurut Perbekel Widhi Adnyana menyatakan bahwa dibulan Januari 2022 akan dilakukan musyawarah Desa untuk menentukan dan mengesahkan penerima BLT-DD 2022. “Nanti kira-kira awal Januari 2022 kita akan melakukan pendataan dan verifikasi serta penetapan penerima BLT-DD 2022, saat ini kita masih menunggu teknis pelaksanaannya dulu agar kami tidak salah langkah. Yang jelas semua akan ditetapkan dalam Musyawarah Desa Khusus”

Diakui oleh Perbekel Widhi, bahwa Dess Kukuh tahun 2022 cukup banyak memiliki kegiatan yang membutuhkan dukungan pendanaan. “2022 Desa Kukuh Kerambitan ini kegiatannya banyak, selain kegiatan rutin kita juga ada kegiatan Lomba Desa mewakili Kecamatan Kerambitan, kegiatan Pusat dalam bentuk Smart Village, Pembangunan Fisik dan juga pengembangan Desa Digital. Tentu ini perlu dukungan dana yang cukup banyak juga, akan tetapi kondisi keuangan Daerah dan kebijakan nasional mengharuskan kita untuk mementingkan hal-hal yang sangat penting dari semua hal yang cukup penting itu, dan kondisi ini harus kita maklumi”.

Dalam paparannya, Perbekel Desa Kukuh Kerambitan menjelaskan bahwa anggaran dengan sumber Non Dana Desa diproyeksikan untuk Kegiatan Operasional Rutin Pemerintah Desa Kukuh. “Untuk Sumber anggaran Non Dana Desa itu penggunaanya diproyeksikan untuk kegiatan operasional rutin Pemerintah Desa Kukuh seperti Siltap, Tunjangan, ATK, Biaya Rapat, biaya untuk lomba Desa dan lainnya serta ada juga untuk Biaya Operasional Subak”. (*)

Gotongroyong – Warga Bergotongroyong lakukan pemadatan jalan Gang Pandawa dengan Limestone (29/12) sore.

KUKUH, KERAMBITAN – Dipenghujung Tahun 2021 ini Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan realisasikan usulan perbaikan jalan lingkungan di Gang Pandawa Dusun Kukuh Kawan, hal tersebut direalisasikan pada Rabu (29/12).

Perencanaan perbaikan jalan pada Gang Pandawa ini sesungguhnya di rancang dalam satu paket kegiatan yaitu pemadatan dan pembetonan jalan, namun sejalan dengan realisasi keuangan melalui pagu Bagi Hasil Pajak, akhirnya hanya pemadatan badan jalan saja yang dapat direalisasikan dengan pola pemberian barang yang diserahkan kepada masyarakat.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd menegaskan bahwa Jalan pada Gang Pandawa tersebut selalu dicantumkan sebagai salah satu kegiatan pada RKP Desa namun selalu gagal dieksekusi. “Kondisi jalan pada Gang Pandawa ini sudah lima kali masuk RKP, artinya sudah lima tahun direncanakan untuk dikerjakan akan tetapi tidak bisa dilaksanakan oleh karena faktor ketersediaan anggaran dan faktor lainnya. Saat ini kondisi jalan ini jika musim hujan pasti becek dan licin, sehingga kita maunya tuntaskan mulai pemadatan dan perabatan beton tetapi kondisi anggaran tidak memungkinkan untuk dikerjakan sekalian. Sehingga kami berikan solusi bertahap dulu, tahun 2021 ini kita berikan bahan dalam bentuk limestone kemudian untuk perataannya warga yang memiliki lahan di lokasi tersebut bergotongroyong. Harapannya minimal jalan itu tidak licin dulu ketika dilalui saat musim hujan”.

Selain pemadatan dengan limestone, juga akan dipasang decker jalan menuju gang Pandawa. “Selain pemadatan, kita akan perbaiki juga decker jalan menuju gang Pandawa ini, sekarang kondisinya tidak representatif dan beberapa bagian sudah jebol juga. Tetap polanya dengan gotongroyong dan kami hanya fasilitasi dengan material saja nanti” Imbuh Perbekel yang juga Ketua BKAD Kecamatan Kerambitan ini.

Dalam pantauan dilapangan, pemadatan jalan tersebut telah mulai dilakukan sejak tadi (29/12) sore. Tampak warga sekitar bergotongroyong memindahkan dan meratakan limestone yang telah ada di Gang Pandawa. Turut serta dalam kegiatan gotongroyong tersebut Perbekel Desa Kukuh Kerambitan.

“Semoga tahun 2022 nanti kita ada dana silpa sehingga saat perubahan anggaran bisa kita alokasikan untuk pembetonan jalan ini” Imbuh Perbekel Widhi. (*)

Perbup Penegasan Batas Desa Kukuh Kerambitan dan Peta Desa diterima Perbekel Desa Kukuh Kerambitan.

KUKUH, KERAMBITAN – Setelah melalui perjalanan panjang di tahun 2021, akhirnya kerja keras Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan terkait penetapan penegasan batas Desa tuntas sesuai perencanaan. Tepat di hari Ibu (22/12) yang lalu, Peraturan Bupati Tabanan Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penetapan Penegasan Batas Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan resmi diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Batas Desa merupakan batasan wilayah administratif pemerintahan antar Desa yang merupakan rangkaian titik koordinat yang ada dalam permukaan bumi, perlu di tegaskan secara kartometrik di atas suatu peta yang disepakati. Penetapan batas Desa Kukuh Kerambitan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana menyatakan bahwa dengan terbitnya Peraturan Bupati Tabanan Nomor 59 Tahun 2021 tersebut maka tidak ada lagi wilayah yang dapat diklaim oleh pihak-pihak lain. “Sekarang, sejak Perbup Nomor 59 Tahun 2021 ini diundangkan maka siapa pun tidak dapat mengkalim wilayah-wilayah yang telah tertuang dalam bentuk titik koordinat dalam produk hukum ini. Generasi Desa Kukuh Kerambitan saat ini dan yang akan datang sudah tidak perlu susah lagi mengenal batas Desanya” .

Perbekel Widhi juga nenambahkan bahwa cikal bakal Data Desa Presisi sejatinya harus diawali dengan kejelasan batas Desa. “Bapak Bupati Tabanan sangat tepat memprogramkan Data Desa Presisi saat ini, karena memang sudah menjadi keharusan diera digital. Kejelasan batas Desa yang sah secara legal formal merupakan cikal bakal dari Data Desa Presisi, selanjutnya kita tinggal bergerak melakukan strategi teknis serta pendataan secara kontekstual dan valid terhadap entitas-entitas yang menjadi acuan Data Desa Presisi. Jika batas Desa sudah jelas maka hal-hal yang harus ada dalam DDP itu akan jelas juga batasan-batasannya, jangan sampai salam mengambil data karena batas Desa belum jelas” Pungkasnya. (*)

Info grafis hasil survei kepuasan pelayanan Desa Kukuh Tahun 2021.

KUKUH, KERAMBITAN – Dalam rangka melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan melaksanakan survei pelayanan yang telah dilakukan sejak 29 Agustus hingga 7 Desember 2021 (100 Hari).

Survei dilakukan kepada 143 masyarakat Desa Kukuh Kerambitan yang telah memanfaatkan pelayanan Kantor Perbekel Desa Kukuh Kerambitan untuk mengurus administrasi persuratan dan kependudukan sesuai kewenangan Desa. Dari 143 Orang tersebut, sebanyak 116 Orang (81%) menyatakan Sangat Puas terhadap Pelayanan yang diberikan dan sebanyak 27 orang ( 19%) menyatakan Cukup Puas, serta 0 orang (0%) masing – masing menyatakan Kurang Puas dan Tidak Puas.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd menyatakan bahwa penilaian dari masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Kukuh sangat diperlukan dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat kedepannya. “Dengan adanya survei ini, kita jadi mengetahui seberapa bermanfaat dan berkualitasnya pelayanan khususnya dalam administrasi persuratan dan kependudukan yang menjadi kewenangan Desa. Kita juga jadi tahu apa yang harus kita perbaiki lagi ke depannya.” Jelas Perbekel Widhi.

#desakukuhkerambitan #desakukuh #kerambitan #tabanan #bali

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan dan Direktur BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Hadiri Rakornas BUMDesa Tahun 2021 di Jakarta (20-23/12)

KUKUH, KERAMBITAN – Senin, 20 Desember 2021 Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan I Nyoman Widhi Adnyana bersama Direktur BUMDesa Sarining Winangun Desa Kukuh Kerambitan menghadiri acara Peluncuran Sertifikat Badan Hukum BUMDesa dan sekaligus mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Badan Usaha Milik Desa Se-Indonesia di Jakarta.

Acara tersebut dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo serta dihadiri oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Dengan diluncurkannya Sertifikat Badan Hukum BUMDesa tersebut maka mulai hari ini Senin 20 Desember 2021 BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan telah resmi menjadi BUMDesa Berbadan Hukum.

Untuk diketahui, bahwasannya Perbekel dan BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan menjadi satu-satunya BUMDesa dan Perbekel yang mewakili Provinsi Bali dalam forum tersebut.

Bank Sampah KEDAS Kukuh bersama Tim Desa KBS buka Bank Sampah tangani sampah anorganik (19/12).

KUKUH, KERAMBITAN- Salah satu upaya penanganan sampah berbasis sumber yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan adalah dengan penanganan sampah Anorganik melalui Pola Bank Sampah Kedas Kukuh.

Kegiatan Penukaran Sampah Anorganik Rumah Tangga dengan Tabungan tersebut, dilaksanakan tadi pagi Minggu, 19 Desember 2021 bertempat di Balai Serba Guna Desa Kukuh Kerambitan, dengan sasaran masyarakat Desa Kukuh Kerambitan.

Selain melibatkan Kader Kedas Kukuh, Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini juga dibantu oleh Tim Desa Kerti Bali Sejahtera, atau Tim Desa KBS Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan, serta turut hadir Perbekel Desa Kukuh Kerambitan.

Kegiatan ini akan secara rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali dan diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dirumah tangga.

#desakukuhkerambitan #desakukuh #kerambitan #tabanan #bali #banksampah

FOTO BERSAMA – Tim Verifikasi STBM Foto Bersama Kader Kesling, Perbekel, Kadus & Tim Puskesmas Kerambitan II saat setelah penetapan Desa ODF di Desa Kukuh (23/11).

KUKUH, KERAMBITAN – Dalam upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, pagi hingga siang tadi (23/11) tim Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kabupaten Tabanan melaksanakan Verifikasi ODF (Open Defecation Free) dengan menyasar masyarakat di lima Banjar Dinas yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan.

Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam masyarakat tidak buang air besar sembarangan, mengingat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Verifikasi secara sampling dengan menyasar 157 Kepala Keluarga di Wilayah Desa Kukuh Kerambitan diverifikasi secara door to door oleh tim verifikasi STBM Kabupaten Tabanan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, TP PKK Kabupaten, Dinas Pertanian, dan Kodim tersebut berlangsung sekitar 3 jam.

Menurut I Made Mulyadi, SST selaku koordinator Tim Verifikasi STBM Kabupaten Tabanan dalam paparannya menyebutkan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Tabanan telah terdapat 32 Desa ODF dari sekitar 64 target Desa ODF. Pihaknya juga menyatakan bahwa Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya. Perubahan ini dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa Desa ODF ini adalah salah satu target yang ingin dicapai oleh Desa Kukuh di tahun 2021 ini. “Status Desa ODF ini adalah target kita di Tahun 2021, sehingga tahapannya sudah kita mulai sejak awal 2021 hingga saat ini di Bulan November 2021 kita di Verifikasi. Harus kita sadari bahwa jika tercipta lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang sehat, jika tercipta kehidupan yang sehat maka tercpita badan yang kuat, dan di dalam badan yang kuat akan tercipta pemikiran yang sehat juga”.

Dalam pantauan di lapangan 100% masyarakat di Desa Kukuh Kerambitan telah memiliki dan memanfaatkan Jamban masing-masing untuk buang air besar dan 100% masyarakat juga telah memiliki dan memanfaatkan sarana cuci tangan pakai sabun.

Dari hasil verifikasi lapangan dan hasil pleno verifikasi maka Desa Kukuh di nyatakan sangat memenuhi ketentuan dan persyaratan sehingga ditetapkan sebagai Desa ODF Pertama di Kecamatan Kerambitan dan menjadi Desa ODF ke-33 di tingkat Kabupaten Tabanan.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan menyambut baik penetapan status Desa ODF tersebut serta pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga, mengawal dan melaksanakan ketentuan-ketentuan Desa ODF tersebut. ” Setelah ditetapkan sebagai Desa ODF maka tugas kita selanjutnya adalah menjaga dan memastikan agar masyarakat kita di Desa Kukuh tetap disiplin untuk tidak buang air besar sembarangan dan selalu berprilaku hidup bersih dan sehat. Atas nama pemerintah Desa Kukuh kami mengucapkan terimakasih kepada Tim dari Puskesmas Kerambitan II yang telah membina kami, para kader kesehatan lingkungan Desa Kukuh & TP PKK Desa Kukuh serta Bapak dan Ibu Kepala Kewilayahan atas kerja kerasnya untuk Desa Kukuh tercinta” imbuhnya. (*)

ILUSTRASI – Babi Peliharaan Kelompok Ternak Jaya Winangun Laku Habis saat Galungan Tiba.

KUKUH, KERAMBITAN – Sudah empat bulan sepuluh hari dipelihara oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan akhirnya 18 ekor babi itu terjual habis untuk tradisi “mepatung” jelang hari raya Galungan yang akan jatuh pada minggu ke-2 bulan November 2021 ini. 

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Sumandia bahwa sejak pertengahan Oktober 2021 yang lalu pihaknya telah mulai memasarkan babi yang dipelihara oleh anggota kelompok yang dipimpinnya kepada masyarakat sekitar. Sejak mulai dipasarkan, nampaknya masyarakat sekitar Desa Kukuh Kerambitan merespon dengan mulai melakukan pemesanan babi. “Sejak minggu ketiga Oktober, tiang sudah mulai pasarkan babinya khusus di Desa Kukuh Kerambitan saja. Saat itu juga sudah mulai ada yang order babi dengan berat minimal 1 kwintal untuk mepatung Galungan. Dari 19 Babi yang siap panen sampai saat ini sudah 18 Ekor babi yang sudah dipesan dan laku” tutur pria Pensiunan PNS ini. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari 18 babi yang telah laku tersebut merupakan panen pertama sejak Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan ini dibentuk sekitar bulan Maret 2021 yang lalu. Pasca dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Pengukuhan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, kelompok ternak yang berdomisili di Dusun Kukuh Kawan Desa Kukuh Kerambitan ini melakukan kegiatan penggemukan babi secara parsial dimasing-masing anggota kelompok. “Setelah di Kukuhkan oleh Bapak Perbekel Desa Kukuh, sejak sekitar akhir Juli 2021 kami bersama anggota kelompok melakukan kegiatan penggemukan babi dimasing-masing kandang milik anggota kelompok. Satu orang anggota kelompok paling sedikit memelihara 2 ekor babi dan ada juga yang digabung, maksudnya 2 orang anggota kelompok memelihara di 1 kandang dengan jumlah 4 ekor babi. Sementara ini kami belum memiliki tempat terpusat atau koloni untuk memelihara babi, namun itu tidak membuat kami berkecil hati, sepanjang bisa kita berusaha pasti akan ada cara dan solusi. Khusus untuk pakan ternaknya saat ini kami bekerja sama dengan BUMDesa Sarining Winangun Kukuh, jadi Pakan ternaknya disupplay oleh BUMDesa kami” imbuh Sumandia.

Ketika ditanya mengenai harga babi yang telah laku terjual untuk keperluan “pematung” tersebut, Sumandia menyatakan bahwa penetapan harga perkilogramnya masih menunggu standar harga yang berlaku saat Hari Raya Galungan. Kendati demikian pihaknya sudah melakukan prediksi harga jual yaitu dikisaran 45 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah perkilogramnya.

“Dengan kami memelihara Babi dan saat ini sudah laku tentunya kami sangat terbantu dari sisi ekonomi. Setidaknya dari estimasi penjualan yang kami lakukan saat ini, setiap 1 ekor babi memperoleh profit bersih antara 1,5 Juta sampai 2 Juta tergantung beratnya. Dengan keuntungan sekian perekor tentu sangat membantu para anggota kelompok kami setidaknya untuk kebutuhan dapur” 

Nyoman Sumandia juga menjelaskan bahwa kelompoknya akan terus berusaha dan produktif untuk memelihara babi pasca babi yang saat ini habis terjual serta akan berkerjasama dengan pihak-pihak terkait, kendati demikian pihaknya berharap agar tidak ada lagi badai ASF dan sejeninya seperti yang sebelumnya pernah menyerang hewan babi hampir diseluruh Bali. 

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd mengkonfirmasi bahwa usaha yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun itu sangat diapresiasi olehnya. Menurut Widhi bahwa kelompok ternat tersebut adalah salah satu kelompok ternak yang benar-benar berproses menjalankan misi kelompoknya. “Saya atas nama lembaga sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh kelompok ternak Jaya Winangun ini, usaha yang dilakukan benar-benar terpola dan terkoordinir sehingga tujuannya bisa dicapai. Terlebih kelompok ini telah mendapatkan bantuan berupa bibit babi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tabanan. Semoga kelompok ini terus berproses menjalankan usahanya sehingga tetap produktif dan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian anggota kelompoknya”.

Perbekel Widhi menambahkan bahwa ditahun 2022 nanti pihaknya akan memfasilitasi anggota kelompok ternak Jaya Winangun ini berupa peningkatan kapasitas tata kelola pemeliharaan Babi. “2022 nanti kita dari Desa akan memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pemeliharaan babi kepada kelompok ini agar optimal lagi. Demikian juga untuk kelompok-kelompok ternak yang lainnya yang telah kami kukuhkan melalui SK Pengukuhan Perbekel dan telah menunjukkan hasil dan kebermanfaatan bagi anggota kelompoknya”. (*)

LANSIA NON PRODUKTIF DIPERIKSA – Salah Satu Lansia Desa Kukuh Kerambitan yang non produktif mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ke rumah-rumah (10/9) yang lalu.

KUKUH, KERAMBITAN – Desa saat ini memiliki peranan strategis dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam makna yang seluas-luasnya. Upaya inovatif tentu harus diupayakan untuk dapat dilakukan oleh masing-masing pemerintahan desa di bawah komando Perbekel atau kepala Desa sebagai ujung tombak penentu kebijakan dilevel Desa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Meski dalam suasana Pandemi COVID-19, justru menggeber kegiatan home screening Kesehatan dengan sasaran para lansia non produktif. Uniknya adalah mereka yang terlibat sebagai tenaga home screening Kesehatan ini adalah para warga Desa Kukuh Kerambitan yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. 

Home Screening Kesehatan merupakan kegiatan pemeriksaan Kesehatan dasar gratis seperti pengukuran tensi, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, kolesterol, dan asam urat yang dilakukan secara door to door ke rumah para lansia yang sudah tidak dapat beraktivitas atau lansia non produktif. Selain itu para lansia juga diberikan kosultasi dasar terkait gizi serta diberikan vitamin sesuai kebutuhannya. 

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd. Menurut perbekel muda ini bahwa kegiatan Home Screening Kesehatan merupakan wujud nyata pihaknya mengimplementasikan visi dan misi dalam bidang Kesehatan sesuai dengan amanat SDGs Desa ke-3 yaitu Desa Sehat dan Sejahtera. “Kegiatan pemeriksaaan Kesehatan untuk lansia non produktif ini akan rutin kita lakukan dengan metode mengunjungi rumahnya. Pelaksanaannya kita sinergikan dengan TP PKK Desa Kukuh dan eksekutornya adalah Tim Penggerak Desa Sehat yang kita bentuk sebagai salah satu kelompok masyarakat yang merupakan utusan warga masing-masing dusun yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. Segala kebutuhan sarana prasarananya kita fasilitasi dari Desa dengan Dana Desa 2021. Konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat Desa untuk Desa itu sendiri”.

Menurut Ketua TP-PKK Desa Kukuh Ni Putu Yulia Ratih mengungkapkan bahwa peran serta Tim Penggerak PKK Desa dalam kegiatan tersebut adalah mengkoordinasikan Kegiatan mengingat TP PKK memiliki kewenangan pada Pojka 4 untuk mewujudkan Desa Sehat. 

Keluarga Lansia dari Ni Ketut Mungkreg sebagai salah satu sasaran kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/9) yang lalu mengapresiasi program kegiatan ini, pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Desa Kukuh karena berkat program ini salah satu keluarganya yang kini sedang lansia dan tidak dapat berdiri dan berjalan normal mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Menurut rencana yang telah ditetapkan, kegiatan Home Screening Kesehatan Lansia Non produktif ini akan diselenggarakan setiap seminggu sekali secara bertahap di 5 dusun yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan. (*)

TERAPKAN APLIKASI DIREKTORI UMKM/IKM – Akademisi STIKI Indonesia I Putu Susila Handika (Kiri) bersama Perbekel Desa Kukuh Kerambitan (kanan) saat memperlihatkan aplikasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh Kerambitan (1/10).

Kukuh, Kerambitan – Laju gerak muwujudkan Desa Digital di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dengan pola pemberdayaan stakeholder nampaknya semakin bergeliat. Berbagai inovasi berbasis teknologi informasi dilakukan oleh pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dalam rangka percepatan dan pelayanan bagi masyarakat serta dalam upaya membangun desa berbasis Data di Desa Kukuh Kerambitan.

Salah satu yang baru saja mulai diterapkkan secara resmi penggunaanya sejak 1 September 2021 yang lalu adalah aplikasi teknologi informasi berbasis web untuk pendataan dan penerbitan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) bagi pelaku UMKM dan IKM yang ada di wilayah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Aplikasi yang disebut Sistem Informasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh tersebut dibangun oleh sekelompok Dosen STIKI Indonesia yang terdiri dari I Putu Susila Handika, I Kadek Susila Satwika, Putu Praba Santika dan Made Suci Ariantini melalui Program Pengabdian Masyarakat.

Menurut I Putu Susila Handika selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat menyatakan bahwa pada era digital saat ini diperlukan sebuah upaya inovasi bagi Desa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan salah satunya adalah pelayanan Surat Keterangan Tempat Usaha bagi masyarakat Desa Kukuh Kerambitan. “Pada sistem yang kami bangun ini memfasilitasi pemerintah Desa dan Masyarakat khususnya yang memiliki usaha atau industri yang berlokasi di Desa Kukuh untuk mendapatkan Surat Keterangan Tempat Usaha. Skemanya adalah Data Base para pelaku UMKM atau IKM sudah tersedia dan dapat di tambah atau di perbaharui datanya setiap saat, sehingga data para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan ini akan selalu Up to Date, sehingga kapan pun masyarakat membutuhkan SKTU itu bisa langsung dicetakkan oleh petugas di kantor Desa. Tidak perlu bawa berkas-berkas lagi karena semua datanya sudah tersimpan di sistem ini. Untuk kedepannya kami akan terus tingkatkan fitur-fiturnya sehingga semakin kompleks dapat bermanfaat” Papar Susila.

Tidak hanya itu, ternyata aplikasi yang dapat di akses melalui halaman https://umkm.kukuh.desa.id ini juga dapat diakses oleh masyarakat umum yang ingin mengetahui usaha dan jasa apa saja yang ada di Desa Kukuh Kerambitan. “Bagi pihak-pihak yang memerlukan data tentang UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan juga dapat melihatnya, bahkan sudah kita lengkapi dengan peta lokasi tempat usahanya. Tujuannya adalah jika ada yang memerlukan salah satu produk atau jasa dari para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh ini bisa langsung dikontak atau dikunjungi tempat usahanya. Menurut kami ini salah satu implementasi sederhana dari Desa Cerdas atau Smart Village” imbuhnya.

Terkait dengan inovasi tersebut, Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk mewujudkan Desa Digital sehingga upaya-upaya riil pun dilakukan. “Kami sangat komit untuk membangun desa Kukuh ini menjadi sebuah Desa Digital karena eranya sekarang memang era digital sehingga harus kita dorong agar pelaksanaan pemerintahan di Desa Kukuh ini juga dengan cara-cara digital yang orientasinya adalah percepatan dan kemudahan pelayanan. Adanya bantuan dalam bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat dari para Akademisi ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita di Desa Kukuh Kerambitan khususnya untuk para akademisi dari Kampus STIKI Indonesia ini” jelas Perbekel Widhi.

“Aplikasi Direktori UMKM dan IKM ini di fasilitasi oleh Kampus STIKI Indonesia dan sangat bermanfaat bagi kami, karena kami bisa lebih cepat memproses surat keterangan tempat usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat. Disamping itu kami akhirnya memiliki data-data usaha yang dimiliki oleh masyarakat di Desa Kukuh. Tugas kami ke depan adalah mengelola aplikasi ini minimal untuk melakukan update data dan penambahan data jika ada usaha masyarakat yang belum terdata di sistem ini. Kami atas nama Pemerintah Desa Kukuh menyampaikan ucapan terimakasih kepada para akademisi STIKI Indonesia yang telah membantu kami secara bertahap untuk mewujudkan Desa Digital ini” Imbuh Widhi Adnyana.

Perbekel Desa Kukuh mengklaim bahwa dengan adanya Aplikasi Direktori UMKM dan IKM Desa Kukuh Kerambitan ini masyarakat yang memerlukan Surat Keterangan Tempat Usaha hanya membutuhkan waktu 3 menit saja. “Ketika data UMKM dan IKM masyarakat Desa Kukuh Kerambitan ini sudah ada di Data Base maka hanya butuh waktu 3 menit saja, Surat Keterangan Tempat Usaha sudah beres deh” (*)