Category Archive : Berita

LANSIA NON PRODUKTIF DIPERIKSA – Salah Satu Lansia Desa Kukuh Kerambitan yang non produktif mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ke rumah-rumah (10/9) yang lalu.

KUKUH, KERAMBITAN – Desa saat ini memiliki peranan strategis dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam makna yang seluas-luasnya. Upaya inovatif tentu harus diupayakan untuk dapat dilakukan oleh masing-masing pemerintahan desa di bawah komando Perbekel atau kepala Desa sebagai ujung tombak penentu kebijakan dilevel Desa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Meski dalam suasana Pandemi COVID-19, justru menggeber kegiatan home screening Kesehatan dengan sasaran para lansia non produktif. Uniknya adalah mereka yang terlibat sebagai tenaga home screening Kesehatan ini adalah para warga Desa Kukuh Kerambitan yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. 

Home Screening Kesehatan merupakan kegiatan pemeriksaan Kesehatan dasar gratis seperti pengukuran tensi, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, kolesterol, dan asam urat yang dilakukan secara door to door ke rumah para lansia yang sudah tidak dapat beraktivitas atau lansia non produktif. Selain itu para lansia juga diberikan kosultasi dasar terkait gizi serta diberikan vitamin sesuai kebutuhannya. 

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd. Menurut perbekel muda ini bahwa kegiatan Home Screening Kesehatan merupakan wujud nyata pihaknya mengimplementasikan visi dan misi dalam bidang Kesehatan sesuai dengan amanat SDGs Desa ke-3 yaitu Desa Sehat dan Sejahtera. “Kegiatan pemeriksaaan Kesehatan untuk lansia non produktif ini akan rutin kita lakukan dengan metode mengunjungi rumahnya. Pelaksanaannya kita sinergikan dengan TP PKK Desa Kukuh dan eksekutornya adalah Tim Penggerak Desa Sehat yang kita bentuk sebagai salah satu kelompok masyarakat yang merupakan utusan warga masing-masing dusun yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. Segala kebutuhan sarana prasarananya kita fasilitasi dari Desa dengan Dana Desa 2021. Konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat Desa untuk Desa itu sendiri”.

Menurut Ketua TP-PKK Desa Kukuh Ni Putu Yulia Ratih mengungkapkan bahwa peran serta Tim Penggerak PKK Desa dalam kegiatan tersebut adalah mengkoordinasikan Kegiatan mengingat TP PKK memiliki kewenangan pada Pojka 4 untuk mewujudkan Desa Sehat. 

Keluarga Lansia dari Ni Ketut Mungkreg sebagai salah satu sasaran kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/9) yang lalu mengapresiasi program kegiatan ini, pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Desa Kukuh karena berkat program ini salah satu keluarganya yang kini sedang lansia dan tidak dapat berdiri dan berjalan normal mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Menurut rencana yang telah ditetapkan, kegiatan Home Screening Kesehatan Lansia Non produktif ini akan diselenggarakan setiap seminggu sekali secara bertahap di 5 dusun yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan. (*)

TERAPKAN APLIKASI DIREKTORI UMKM/IKM – Akademisi STIKI Indonesia I Putu Susila Handika (Kiri) bersama Perbekel Desa Kukuh Kerambitan (kanan) saat memperlihatkan aplikasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh Kerambitan (1/10).

Kukuh, Kerambitan – Laju gerak muwujudkan Desa Digital di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dengan pola pemberdayaan stakeholder nampaknya semakin bergeliat. Berbagai inovasi berbasis teknologi informasi dilakukan oleh pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dalam rangka percepatan dan pelayanan bagi masyarakat serta dalam upaya membangun desa berbasis Data di Desa Kukuh Kerambitan.

Salah satu yang baru saja mulai diterapkkan secara resmi penggunaanya sejak 1 September 2021 yang lalu adalah aplikasi teknologi informasi berbasis web untuk pendataan dan penerbitan Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU) bagi pelaku UMKM dan IKM yang ada di wilayah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan.

Aplikasi yang disebut Sistem Informasi Direktori UMKM/IKM Desa Kukuh tersebut dibangun oleh sekelompok Dosen STIKI Indonesia yang terdiri dari I Putu Susila Handika, I Kadek Susila Satwika, Putu Praba Santika dan Made Suci Ariantini melalui Program Pengabdian Masyarakat.

Menurut I Putu Susila Handika selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat menyatakan bahwa pada era digital saat ini diperlukan sebuah upaya inovasi bagi Desa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan salah satunya adalah pelayanan Surat Keterangan Tempat Usaha bagi masyarakat Desa Kukuh Kerambitan. “Pada sistem yang kami bangun ini memfasilitasi pemerintah Desa dan Masyarakat khususnya yang memiliki usaha atau industri yang berlokasi di Desa Kukuh untuk mendapatkan Surat Keterangan Tempat Usaha. Skemanya adalah Data Base para pelaku UMKM atau IKM sudah tersedia dan dapat di tambah atau di perbaharui datanya setiap saat, sehingga data para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan ini akan selalu Up to Date, sehingga kapan pun masyarakat membutuhkan SKTU itu bisa langsung dicetakkan oleh petugas di kantor Desa. Tidak perlu bawa berkas-berkas lagi karena semua datanya sudah tersimpan di sistem ini. Untuk kedepannya kami akan terus tingkatkan fitur-fiturnya sehingga semakin kompleks dapat bermanfaat” Papar Susila.

Tidak hanya itu, ternyata aplikasi yang dapat di akses melalui halaman https://umkm.kukuh.desa.id ini juga dapat diakses oleh masyarakat umum yang ingin mengetahui usaha dan jasa apa saja yang ada di Desa Kukuh Kerambitan. “Bagi pihak-pihak yang memerlukan data tentang UMKM atau IKM di Desa Kukuh Kerambitan juga dapat melihatnya, bahkan sudah kita lengkapi dengan peta lokasi tempat usahanya. Tujuannya adalah jika ada yang memerlukan salah satu produk atau jasa dari para pelaku UMKM atau IKM di Desa Kukuh ini bisa langsung dikontak atau dikunjungi tempat usahanya. Menurut kami ini salah satu implementasi sederhana dari Desa Cerdas atau Smart Village” imbuhnya.

Terkait dengan inovasi tersebut, Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk mewujudkan Desa Digital sehingga upaya-upaya riil pun dilakukan. “Kami sangat komit untuk membangun desa Kukuh ini menjadi sebuah Desa Digital karena eranya sekarang memang era digital sehingga harus kita dorong agar pelaksanaan pemerintahan di Desa Kukuh ini juga dengan cara-cara digital yang orientasinya adalah percepatan dan kemudahan pelayanan. Adanya bantuan dalam bentuk kegiatan Pengabdian Masyarakat dari para Akademisi ini tentunya sangat bermanfaat bagi kita di Desa Kukuh Kerambitan khususnya untuk para akademisi dari Kampus STIKI Indonesia ini” jelas Perbekel Widhi.

“Aplikasi Direktori UMKM dan IKM ini di fasilitasi oleh Kampus STIKI Indonesia dan sangat bermanfaat bagi kami, karena kami bisa lebih cepat memproses surat keterangan tempat usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat. Disamping itu kami akhirnya memiliki data-data usaha yang dimiliki oleh masyarakat di Desa Kukuh. Tugas kami ke depan adalah mengelola aplikasi ini minimal untuk melakukan update data dan penambahan data jika ada usaha masyarakat yang belum terdata di sistem ini. Kami atas nama Pemerintah Desa Kukuh menyampaikan ucapan terimakasih kepada para akademisi STIKI Indonesia yang telah membantu kami secara bertahap untuk mewujudkan Desa Digital ini” Imbuh Widhi Adnyana.

Perbekel Desa Kukuh mengklaim bahwa dengan adanya Aplikasi Direktori UMKM dan IKM Desa Kukuh Kerambitan ini masyarakat yang memerlukan Surat Keterangan Tempat Usaha hanya membutuhkan waktu 3 menit saja. “Ketika data UMKM dan IKM masyarakat Desa Kukuh Kerambitan ini sudah ada di Data Base maka hanya butuh waktu 3 menit saja, Surat Keterangan Tempat Usaha sudah beres deh” (*)

MENINJAU DEMPLOT – Perbekel Singapadu Kaler bersama rombongan meninjau Demplot Spesifik di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan (13/8)

KUKUH, KERAMBITAN – Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, tadi (13/8) pagi menerima Kunjungan dari Pemerintah Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru penerapan pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Rombongan terbatas yang terdiri dari Perbekel Desa Singapadu Kaler I Made Karjana, Ketua BUMDesa Singapadu Kaler, Pekaseh dan beberapa perwakilan anggota Subak yang ada di Desa Singapadu Kaler tersebut di terima langsung oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd didampingi oleh Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa Kukuh Kerambitan, Pekaseh dan Pengurus Subak Samsaman, Ketua BUMDesa Kukuh, PPL Pertanian Desa Kukuh dan Akademisi Bidang Pertanian yang juga tim ahli Perbekel Desa Kukuh Kerambitan. Rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut di terima di Balai Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan.

Perbekel Desa Singapadu Kaler menjelaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melihat secara langsung pola pertanian terintegrasi yang telah kembangkan di Desa Kukuh Kerambitan yang nantinya akan diimplementasikan di Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar melalui program Puspa Aman. Pola pertanian terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan sejak tahun 2020 yang lalu hingga saat ini dinilai sangat baik dalam upaya menuntaskan dan mewujudkan sistem pertanian tuntas dari hulu hingga hilir dengan mengoptimalkan stakeholder yang ada di Desa yaitu mulai dari Pemerintah Desa, Subak, BUMDesa, PPL Pertanian dan Akademisi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd bahwa Konsep Pola Pertanian Terintegrasi tersebut adalah sebuah upaya untuk mengoptimalkan peran dan fungsi masing-masing pihak yang terlibat di Desa dalam bidang Pertanian. Sehingga para petani akan fokus pada urusan mengolah lahan, menanam dan merawat Padi hingga siap panen. Setelah panen, BUMDesa memiliki peran dalam penanganan hasil panen padi dengan membeli gabah para petani selanjutnya diolah dan distribusikan di pasar dalam bentuk beras. Sementara PPL Pertanian yang ditugaskan di Desa berperan memberikan penyuluhan kepada petani agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani guna meningkatkan kesejahteraannya. Akademisi berperan sebagai penggerak inovasi dan teknologi tepat guna terhadap pertanian berkelanjutan baik dari hulu-hilir sampai pengolahan sehingga memiliki nilai tambah lebih sehingga produk pertanian lokal berdaya saing. Peran Pemerintah Desa dalam pola pertanian terintegrasi ini adalah sebagai fasilitator dalam rangka mengkoordinasikan dan menentukan kebijakan yang strategis berdasarkan kearifan lokal Desa dalam upaya pemajuan pertanian di tingkat Desa.

“Dengan pola terintegrasi ini, semua pihak yang terlibat di Desa akan mengambil peran masing-masing dan bertanggung jawab atas perannya. Petani jangan lagi dibebankan pada urusan pasca panen, petani fokus ngurusin tanaman padinya di sawah saja. Kita sudah terapkan pola ini sejak Tahun 2020 di Desa Kukuh Kerambitan hingga saat ini. Hasilnya sudah bisa dirasakan oleh Petani yang sudah kita dampingi. Urusan pertanian hulu hingga hilir itu di Desa Kukuh sudah tidak wacana lagi, tapi sudah terealisasi dan tuntas” pungkas Perbekel Widhi Adnyana.

Diakhir pertemuan dan diskusi, rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut berkesempatan melihat langsung Demplot pertanian spesifik hasil kerjasama antara Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dengan Universitas Warmadewa melalui program pengabdian kepada masyarakat di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan. (*)

MEPENGARAH DIGITAL – Salah satu pesan yang diterima oleh warga Desa Kukuh Kerambitan yang dikirimkan oleh Pemerintah Desa Kukuh.

KUKUH, KERAMBITAN – Semenjak dideklarasikan sebagai Desa Digital pada awal Tahun 2020 yang lalu, nampaknya Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan terus melakukan upaya digitalisasi Desa baik secara terintegrasi dan parsial.

Mengawali ikrar Desa Kukuh sebagai Desa Digital adalah sejak awal Tahun 2020 Pemerintah Desa membangun sebuah pusat informasi digital berbasis Web Site dengan alamat www.kukuh.desa.id. Dalam web site tersebut menyajikan informasi terkini tentang Desa Kukuh yang dikemas dalam berita, pengumuman, dan penyajian data desa. Tidak hanya itu, beberapa layanan online juga telah siapkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan seperti Layanan Keluhan dan Pengaduan, Layanan Data UMKM/IKM, serta Layanan Pelaporan Penduduk Pendatang.

Untuk memaksimalkan dan melengkapi layanan digital, Sejak 1 Agustus 2021 yang lalu Pemerintah Desa Kukuh memanfaatkan layanan Whatsapp Blasting atau WA Blast untuk menyampaikan informasi atau pengumuman yang wajib diketahui oleh setiap warga masyarakat atau setiap kepala keluarga.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menjelaskan bahwa dimasa pembatasan oleh karena Pandemi COVID-19 ini mengharuskan segala upaya untuk dimanfaatkan dalam rangka menyebar luaskan informasi yang wajib diketahui oleh setiap masyarakat. “Pandemi ini membatasi interaksi secara langsung atau tatap muka, untuk itu salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana untuk mendistribusikan informasi penting kepada warga sehingga warga dengan cepat mendapatkan informasi. Untuk itu kami memaksimalkan pemanfataan WA Blast untuk mendistribusikan informasi kepada setiap warga yang ada di Desa Kukuh Kerambitan”.

Teknologi sederhana WA Blast adalah teknologi pengiriman pesan dengan fitur WhatsApp Business API yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan ke banyak nomor secara bersamaan. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan menyiapkan sebuah server dan perangkat lunak sederhana yang berfungsi untuk mengirimkan pesan keseluruh nomor Whatsapp milik masyarakat Desa Kukuh Kerambitan yang telah di data sebelumnya pada saat survei SDGs Desa. Dari server dan perangkat lunak itulah pesan dalam bentuk informasi atau pengumuman akan di kirimkan secara bersamaan ke nomor Whatsapp para masyarakat.

“Dengan WA Blast ini kami cukup terbantu untuk menyampaikan info kepada masyarakat karena sifatnya up to date informasi itu diterima langsung oleh warga. Setidaknya saat ini dari hasil pendataan SDGs tercatat 92 persen warga setiap 1 kepala keluarga memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp, sehingga informasi yang kita sampaikan itu setiap Kepala keluarga pasti menerima, kecuali nomor WAnya di ganti atau tidak dalam terkoneksi internet. Kita sudah uji coba sejak 1 Agustus 2021 untuk menginformasikan perpanjangan usulan BPUM, ternyata banyak masyarakat yang datang ke kantor Desa untuk mengumpulkan persyaratannya. Artinya, teknologi sederhana ini dapat dijadikan sebuah media yang produktif dan informatif dalam rangka percepatan distribusi informasi di Desa Kukuh Kerambitan” Imbuh Perbekel Widhi.

Dari pantauan di lapangan, memang benar bahwa setiap warga yang memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp menerima pesan secara personal. Bahkan pada pesan tersebut masing-masing warga penerima pesan disebutkan nama lengkapnya sesuai yang tertera pada KTP atau data kependudukan.

“Pesan yang dikirim di WA itu sifatnya sangat personal sekali, meskipun isi pesannya sama. Kita ingin agar masyarakat menjadi cepat mengetahui informasi di Desa. Cukup satu kali klik di server, semua warga yang telah terdata nomor WAnya sudah dapat informasi yang kita kirimkan. Desa Digital harus dimulai dengan cara-cara sederhana dan tidak mesti harus mengeluarkan anggaran yang banyak-banyak, yang penting manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat” pungkas Perbekel yang kini juga terpilih sebagai Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu. (*)

PANEN PADI – Proses Panen Padi di Subak Mumbu pada 25 Juli 2021 yang lalu. Gabah hasil panen ini dibeli oleh BUMDesa Sarining Winangun Kukuh

KUKUH, KERAMBITAN – Musim panen padi di Subak Mumbu Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan periode masa tanam kedua di tahun 2021 kini telah tiba dan sejak akhir Juli 2021 yang lalu sudah ada beberapa petani yang mulai memanen padinya.

Menyikapi musim panen kali ini, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kembali membeli hasil panen petani dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP). Dalam penyampaiannya Direktur BUMDesa I Ketut Sujaya mengatakan bahwa sejak memasuki musim panen kedua tahun 2021 hingga berita ini dipublikasikan (3/8) pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh telah membeli gabah petani. “Sejak akhir Juli 2021 hingga hari ini 3 Agustus 2021 ada beberapa petani di Subak Mumbu yang sudah panen padi. Dari mereka yang sudah panen ini ada yang tidak menjual hasil panennya dengan alasan untuk keperluan atau konsumsi sendiri dan ada yang memang menjual seluruh hasil panennya bahkan ada yang hanya menjual sebagian hasil panennya. Khusus bagi yang menjual hasil panennya, kami di BUMDesa kembali sudah membeli dengan harga wajar dikisaran empat ribu dua ratus hingga empat ribu limaratus per kilo gabah kering panen sesuai kualitas gabah. Total sampai hari ini sudah 3,9 Ton gabah kering panen dari petani subak Mumbu Desa Kukuh Kerambitan yang sudah kami beli lunas” jelas Ketut Sujaya.

Dari pantaun dilapangan, terdapat beberapa petani yang memang enggan menjual hasil panennya dan lebih memilih untuk distok di rumah untuk kepentingan kebutuhan sehari-hari. Bahkan terlihat juga ada beberapa yang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan kendala air yang cukup susah.

Akibat dampak hama dan kendala air yang juga berpengaruh terhadap kualitas hasil padi maka pihak BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan kali ini sangat selektif untuk membeli gabah para petani, mengingat akan berpengaruh pada kualitas beras yang dihasilkan. “Kali ini BUMDesa selektif dalam membeli gabah petani, karena kualitas gabah ini akan mempengaruhi juga kualitas beras yang kami jual pada nantinya. Kami mohon maaf kepada Petani di Desa Kukuh karena tidak bisa membeli semua gabah yang dipanen kali ini. Sebelum panen kami survei dulu tanaman padinya, jika banyak padi yang rusak karena hama atau faktor lainnya kami tidak berani spekulasi untuk membeli” imbuh Sujaya.

Hingga hari ini, distribusi penjualan Beras produksi BUMDesa Sarining Winangun Kukuh Desa Kukuh Kerambitan telah merambah beberapa Kabupaten di Bali misalnya di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Karangasem.(*)

FOTO ILUSTRASI- PKTD Peningkatan Jalan Milik Desa Kukuh Kerambitan Siap di Gas Akhir Juli hingga Agustus 2021 mendatang.

KUKUH, KERAMBITAN – Sesuai dengan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2021 Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari ke depan akan segera mengeksekusi kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan Desa dalam bentuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan.

Dari Rencana Angaran Biaya yang telah disusun dan disesuaikan pasca adanya perubahan dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) akibat dampak Pandemi COVID-19 pada awal Juli 2021 yang lalu, kegiatan tersebut mendapatkan pagu sebesar 146 Juta lebih. Dari pagu sejumlah itu, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat maka sebesar 50% wajib dipergunakan untuk belanja upah tenaga kerja dan sisanya dipergunakan untuk belanja bahan baku dan honor Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Kepala Urusan Perencanaan Desa Kukuh Kerambitan Siluh Kayan Rai Adi menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan tersebut telah disesuikan dengan kebijakan prioritas pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengingat sumber anggaran yang dipergunakan untuk membiayai kegiatan ini adalah dari Dana Desa Tahun 2021. Dijelaskan juga bahwa secara teknis, kegiatan PKTD tersebut di kelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdiri dari Kepala Dusun, Kader Teknik Desa, dan unsur masyarakat Desa.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat pemerintah pusat bahwa PKTD harus dapat menggerakkan perekonomian Desa ditengah Pandemi. “Pemerintah pusat menginstruksikan bahwa kegiatan PKTD ini harus menjadi solusi di tengah pandemi untuk meningkatkan pendapatan warga desa, disamping manfaat pembangunan skala prioritas tetap berjalan, pendapatan warga desa pun mulai berangsur pulih, sehingga semua dapat terbantu dengan ada program ini. Pak Menteri Desa juga kemarin menegaskan bahwa ada tiga skala prioritas Dana Desa dimasa pandemi ini yaitu BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa, serta untuk penyelenggaraan Desa Aman Covid-19. 3 skala prioritas ini sudah kita lakukan di Desa Kukuh Kerambitan. Bagi masyarakat yang berkenan untuk ikut bekerja pada kegiatan PKTD ini dipersilahkan koordinasi dengan TPK” tegas Widhi. (*)

SOLIDARITAS – Warga Kukuh Kerambitan memberikan Sumbangan Sembako kepada warga Desa Kukuh Kerambitan yang sedang Isoman.

KUKUH, KERAMBITAN – Pandemi belum juga sirna, hingga hari ini (20/7) angka mencatat adanya kenaikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan. Begitu juga dengan kondisi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Hingga berita ini dirilis, sejak 5 Juli 2021 telah tercatat sebanyak 18 orang masyarakat Desa Kukuh Kerambitan dinyatakan positif COVID-19. 2 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, dan 16 orang sisanya saat ini sedang menjalani proses isolasi.

Dari laporan pencatatan konfirmasi kasus positif COVID-19 milik Satgas COVID-19 Desa Kukuh Kerambitan menyatakan bahwa dari 16 orang yang saat ini sedang isolasi tersebut diantaranya 14 orang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing dan 2 orang menjalani isolasi di Rumah Sakit.

Banyaknya jumlah warga yang menjalani isoman di rumah masing-masing ini mendapatkan perhatian khusus dari para warga lainnya. Para warga baik secara individu atau kelompok dan organisasi saling bergotong royong untuk memberikan sumbangan kebutuhan pokok kepada warga yang sedang melaksanakan isoman.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah komunitas atau organisasi memberikan sumbangan berupa sembako, diantaranya adalah dari unsur Desa Adat, komunitas wirausaha muda Desa Kukuh yang tergabung dalam pengusaha Nasi Bejek Kukuh (BEJEKKU) dan Komunitas Black hawk old man (BHOM). Selain itu, secara individu juga banyak yang memberikan sumbangan dalam bentuk makanan ringan, sayuran, daging hingga vitamin atau supplemen.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyambut baik gerakan solidaritas dimasa pandemi ini. Menurutnya, aksi solidaritas ini terlaksana atas dasar inisitaif masing-masing kendati pihak Pemerintah Desa Kukuh telah memberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok kepada para warga yang isoman. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para warga secara individu maupun organisasi yang dengan inisitaifnya bergerak untuk saling bantu-membantu dimasa pandemi ini. Rasa solidaritas dan kegotongroyongannya sangat kental sekali”.

“14 Warga ini melaksanakan isolasi mandiri dirumah karena rata-rata mereka 1 keluarga dinyatakan positif covid-19, tentunya mereka tidak kami ijinkan untuk keluar pekarangan rumah. Untuk menjamin mereka tidak keluar rumah, selain pengawasan maka salah satunya yang harus kita penuhi dulu adalah kebutuhan pokoknya. Kami dari Pemerintahan Desa Kukuh telah memberikan bantuan Sembako, kemudian ada aksi solidaritas secara individu dan organisasi atau kelompok warga juga yang memberikan sumbangan lainnya. Dengan demikian, mereka yang isolasi dirumah ini tidak sampai kebingungan bahkan tidak sampai kelaparan menjalani isoman. Kebutuhan pokoknya tercukupilah selama isoman” imbuh perbekel Widhi. (*)

Status Dokumen Terverifikasi, Kini BUM Desa Sarining Winangun Desa Kukuh Kerambitan tinggal menunggu Sertifikat Badan Hukum diterbitkan.

Kukuh, Kerambitan – Pasca diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa serta secara teknis diatur melalui Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2021 akhirnya Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan bergerak cepat untuk menyelaraskan Badan Usaha Milik Desa yang telah beroperasi sejak Maret 2020 lalu.

Tahapan demi tahapan sesuai amanat PP 11 Tahun 2021 dan Permendes PDT Nomor 3 Tahun 2021 telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan. Terbilang cukup agresif geraknya, pasalnya kelengkapan dokumen untuk mengusulkan sertifikat badan hukum secara online ini hanya memakan waktu kurang dari 24 jam hingga status dokumen kelengkapannya telah dinyatakan terverifikasi. Tepat 14 Juli 2021, usulan kelengkapan dokumen yang terdiri dari Berita Acara Musdes, Perdes Pendirian BUM Desa, AD/ART BUM Desa serta Program Kerja BUM Desa telah dinyatakan lengkap dan terverifikasi.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa cepatnya progres pendaftaran sertifikat Badan Hukum BUM Desa tersebut tidak terlepas dari kesigapan para pihak yang terlibat dalam pengelolaan BUM Desa. “Bisa cepat karena kita juga solid dan agresif di Desa. Berkat kesigapan semua pihak mulai dari Badan Permusyawaratan Desa, Pengelola BUM Desa, Pengawas BUM Desa dan dari Unsur Pemerintahan Desa akhirnya dokumen-dokumen yang dibutuhkan bisa segera juga kita tuntaskan. Begitu kita Upload, kurang dari 24 Jam dokumen sudah diterima dan terverifikasi”.

Kendati proses upload dan verifikasi dokumen tersebut cepat, Perbekel Widhi mengakui bahwa proses yang lama itu terjadi pada saat penyusunan Program Kerja. “Penyusunan Program Kerja itu yang cukup lama, karena kita detailkan sekali agar sesuai dengan kondisi dan sesuai dengan ketentuan. Sebab Program Kerja itu akan jadi acuan pergerakan Usaha BUM Desa pada nantinya”.

Saat ini, BUM Desa Kukuh Kerambitan yang bernama BUM Desa Sarining Winangun Kukuh ini hanya tinggal menunggu sertifikat badan hukum diterbitkan. Sebelumnya, BUM Desa Kukuh ini bernama BUMDes Kukuh Winangun, sejalan dengan kebijakan PP 11 Tahun 2021 dan Permendesa PDT Nomor 3 Tahun 2021, nama BUM Desa dirubah menjadi BUM Desa Sarining Winangun Kukuh. (*)

Penampakan Peta Batas Desa Kukuh Kerambitan, kini memasuki tahap penyusunan draf peraturan Bupati.

Kukuh – Kerambitan – Penetapan dan penegasan batas Desa menjadi sangat penting dalam memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas-batas wilayah, sehingga akan tercipta tertib administrasi pemerintahan Desa. Dalam upaya seperti hal tersebut, Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan sejak awal 2021 ini gencar bergerak menuntaskan batas Desa sesuai dengan Permendagri No. 45 Tahun 2016.

Dikonfirmasi pada Jumat (16/7), Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa sampai hari ini (Jumat, 16 Juli 2021) progres Delinasi atau penetapan dan penegasan batas desa sudah terlaksana hampir 75 persen. “Progres Delinasi sudah 75 persen hingga hari ini. Ada empat tahapan sudah selesai yaitu Sosialisasi kegiatan dan identifikasi tokoh kunci dalam penetapan batas desa, Delineasi dan penyepakatan batas desa dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat desa, Penggunaan teknologi geospasial untuk membantu dalam penyepakatan batas desa dan Delineasi batas desa hasil kesepakatan beserta titik kartometri disajikan dalam Peta Kerja”.

Widhi menambahkan bahwa setidaknya ada 3 tahapan lagi yang sedang dan akan dilakukan agar benar-benar batas desa tersebut menjadi sah secara aspek teknis dan yuridis. “Tinggal 3 step lagi untuk menjadi sah, yaitu Penyusunan Peraturan Bupati untuk Penetapan Batas Desa melalui Biro Hukum Pemerintah Daerah, Penyepakatan, pengukuran koordinat, dan pembangunan pilar batas desa serta Penyusunan Peraturan Bupati untuk Penegasan Batas Desa melalui Biro Hukum Pemerintah Daerah. Tiga hal ini yang sedang kita proses” jelas Perbekel Widhi.

“Target, sebelum Desember 2021 ini sudah tuntas batas Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan ini. Secara batas antar Desa sudah tidak ada masalah, sudah kami koordinasikan dan musyawarahkan secara baik-baik dan antar Desa sudah bersepakat jadi sudah tidak ada masalah sehingga proses ini bisa cepat. Setelah Batas Desa ini sah ditetapkan melalui Peraturan Bupati sesuai Permendagri maka tidak ada lagi wilayah abu-abu di Desa Kukuh serta antar Desa yang bertetangga juga akan jelas batasnya” pungkasnya. (*)

Tiga peserta challenge entrepreneur menerima dana stimulus dari panitia Challenge entrepreneur bangga jadi orang Tabanan

Bhakti Yowana Tabanan Bangga Menjadi Orang Tabanan menggelar Challenge Entrepreneur bagi anak muda yang ada di desa. Event  yang  digelar di tengah Pandemi Covid-19 ini sejatinya adalah menjawab tantangan dari Bupati Tabanan I Komang  Gede Sanjaya yang sempat dilontarkan dalam wawacara di kanal Youtube. 

Ketua Panitia Event Challenge Entrepreneur I Ketut Sae Tanju, Rabu ( 30 Juni 2021) mengatakan Event Challenge Entrepreneur merupakan salah  satu jawaban dari tantangan yang dilontarkan Bupati Tabanan I K G Sanjaya. “Kami ingin menjawab tantangan yang diberikan oleh Bapak Bupati Tabanan I K G Sanjaya” tandasnya. Guna menjawab tantangan tersebut, akhirnya beberapa pengusaha muda di Tabanan menghimpun diri dalam suatu tim yang diberinama Bhakti Yowana Tabanan Bangga Menjadi Orang Tabanan. Dalam perjalananya kemudian diputuskan menggelar event Challenge Entrepreneur yang baru pertama kali digelar dengan mencari pengusaha pengusaha muda di desa. “Kami kemudian bergerak mulai bulan Mei 2021,” jelas owner Warung Dadi Wahana Bermain Anak dan The Joglo Beratan. Begitujuga atas arahan dari Bupati Tabanan yang merekomendasikan tiga desa yang disasar dalam event ini. Yakni Desa Dauh Peken kecamatan Tabanan, Bengkel Kecamatan Kediri dan Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan. “Dari beberapa tahapan, akhirnya ada 3 peserta di bdang kuliner yang berhak dan lolos seleksi mengikuti tahap selanjutnya,” terang I Ketut Sae Tanju. Ketiga perserta juga didampingi oleh anggota dari Bhakti Yowana Tabanan Bangga Menjadi Orang Tabanan. 
Tahap yang paling menentukan adalah di tahapan penilaian selama 1 bulan yang dimulai dari hari Kamis besok ( 1 Juli 2021 ). Yang dinilai adalah penjualan tertinggi dan keuntungan tertinggi. 

“Disini akan dinilai indikator penilaian penjualan tinggi dan profitnya harus tinggi juga,” katanya.

Guna mendorong para peserta lebih semangat, pihaknya memberikan dana stimulus. Dana tersebut digunakan untuk operasional selama ajang Challenge ini. “Setelah nanti diketahui pemenangnya, ajang ini terus bekelanjutan. Para peserta yang mendapatkan dana stimulus ini harus menyerahkan dana stimulus itu kepada calon peserta challenge Entrepreneur berikutnya. Jadi dana stimulus itu bergulir,” tandansya. 

Sementara itu Bendaraha Bhakti Yowana Tabanan Bangga Menjadi Orang Tabanan, Gusti Bagus Alit Artha Jonari Casanova yang juga Owner Ayam Betutu Biyang Koripan   menambahkan, dipilihnya UMKM sebegai peserta challenge Entrepreneur karena di masa pandemi Covid-19, UMKM lah yang mampu bertahan. “ Daya tahan dan daya hidup UMKM sudah terbukti di masa pendemi Covid-19 ini. Mereka tetap eksis dan sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan bantuan salah satunya dengan ajang Challenge Entrepreneur ini,” pungkasnya. (Md)

Sumber :BALITOPNEWS