Tag Archive : Babi

ILUSTRASI – Babi Peliharaan Kelompok Ternak Jaya Winangun Laku Habis saat Galungan Tiba.

KUKUH, KERAMBITAN – Sudah empat bulan sepuluh hari dipelihara oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan akhirnya 18 ekor babi itu terjual habis untuk tradisi “mepatung” jelang hari raya Galungan yang akan jatuh pada minggu ke-2 bulan November 2021 ini. 

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Sumandia bahwa sejak pertengahan Oktober 2021 yang lalu pihaknya telah mulai memasarkan babi yang dipelihara oleh anggota kelompok yang dipimpinnya kepada masyarakat sekitar. Sejak mulai dipasarkan, nampaknya masyarakat sekitar Desa Kukuh Kerambitan merespon dengan mulai melakukan pemesanan babi. “Sejak minggu ketiga Oktober, tiang sudah mulai pasarkan babinya khusus di Desa Kukuh Kerambitan saja. Saat itu juga sudah mulai ada yang order babi dengan berat minimal 1 kwintal untuk mepatung Galungan. Dari 19 Babi yang siap panen sampai saat ini sudah 18 Ekor babi yang sudah dipesan dan laku” tutur pria Pensiunan PNS ini. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari 18 babi yang telah laku tersebut merupakan panen pertama sejak Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan ini dibentuk sekitar bulan Maret 2021 yang lalu. Pasca dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Pengukuhan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, kelompok ternak yang berdomisili di Dusun Kukuh Kawan Desa Kukuh Kerambitan ini melakukan kegiatan penggemukan babi secara parsial dimasing-masing anggota kelompok. “Setelah di Kukuhkan oleh Bapak Perbekel Desa Kukuh, sejak sekitar akhir Juli 2021 kami bersama anggota kelompok melakukan kegiatan penggemukan babi dimasing-masing kandang milik anggota kelompok. Satu orang anggota kelompok paling sedikit memelihara 2 ekor babi dan ada juga yang digabung, maksudnya 2 orang anggota kelompok memelihara di 1 kandang dengan jumlah 4 ekor babi. Sementara ini kami belum memiliki tempat terpusat atau koloni untuk memelihara babi, namun itu tidak membuat kami berkecil hati, sepanjang bisa kita berusaha pasti akan ada cara dan solusi. Khusus untuk pakan ternaknya saat ini kami bekerja sama dengan BUMDesa Sarining Winangun Kukuh, jadi Pakan ternaknya disupplay oleh BUMDesa kami” imbuh Sumandia.

Ketika ditanya mengenai harga babi yang telah laku terjual untuk keperluan “pematung” tersebut, Sumandia menyatakan bahwa penetapan harga perkilogramnya masih menunggu standar harga yang berlaku saat Hari Raya Galungan. Kendati demikian pihaknya sudah melakukan prediksi harga jual yaitu dikisaran 45 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah perkilogramnya.

“Dengan kami memelihara Babi dan saat ini sudah laku tentunya kami sangat terbantu dari sisi ekonomi. Setidaknya dari estimasi penjualan yang kami lakukan saat ini, setiap 1 ekor babi memperoleh profit bersih antara 1,5 Juta sampai 2 Juta tergantung beratnya. Dengan keuntungan sekian perekor tentu sangat membantu para anggota kelompok kami setidaknya untuk kebutuhan dapur” 

Nyoman Sumandia juga menjelaskan bahwa kelompoknya akan terus berusaha dan produktif untuk memelihara babi pasca babi yang saat ini habis terjual serta akan berkerjasama dengan pihak-pihak terkait, kendati demikian pihaknya berharap agar tidak ada lagi badai ASF dan sejeninya seperti yang sebelumnya pernah menyerang hewan babi hampir diseluruh Bali. 

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd mengkonfirmasi bahwa usaha yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun itu sangat diapresiasi olehnya. Menurut Widhi bahwa kelompok ternat tersebut adalah salah satu kelompok ternak yang benar-benar berproses menjalankan misi kelompoknya. “Saya atas nama lembaga sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh kelompok ternak Jaya Winangun ini, usaha yang dilakukan benar-benar terpola dan terkoordinir sehingga tujuannya bisa dicapai. Terlebih kelompok ini telah mendapatkan bantuan berupa bibit babi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tabanan. Semoga kelompok ini terus berproses menjalankan usahanya sehingga tetap produktif dan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian anggota kelompoknya”.

Perbekel Widhi menambahkan bahwa ditahun 2022 nanti pihaknya akan memfasilitasi anggota kelompok ternak Jaya Winangun ini berupa peningkatan kapasitas tata kelola pemeliharaan Babi. “2022 nanti kita dari Desa akan memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pemeliharaan babi kepada kelompok ini agar optimal lagi. Demikian juga untuk kelompok-kelompok ternak yang lainnya yang telah kami kukuhkan melalui SK Pengukuhan Perbekel dan telah menunjukkan hasil dan kebermanfaatan bagi anggota kelompoknya”. (*)