Tag Archive : Desa Kukuh Kerambitan

FOTO BERSAMA – Tim Verifikasi STBM Foto Bersama Kader Kesling, Perbekel, Kadus & Tim Puskesmas Kerambitan II saat setelah penetapan Desa ODF di Desa Kukuh (23/11).

KUKUH, KERAMBITAN – Dalam upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, pagi hingga siang tadi (23/11) tim Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kabupaten Tabanan melaksanakan Verifikasi ODF (Open Defecation Free) dengan menyasar masyarakat di lima Banjar Dinas yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan.

Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam masyarakat tidak buang air besar sembarangan, mengingat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Verifikasi ODF adalah proses memastikan status ODF suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Verifikasi secara sampling dengan menyasar 157 Kepala Keluarga di Wilayah Desa Kukuh Kerambitan diverifikasi secara door to door oleh tim verifikasi STBM Kabupaten Tabanan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, TP PKK Kabupaten, Dinas Pertanian, dan Kodim tersebut berlangsung sekitar 3 jam.

Menurut I Made Mulyadi, SST selaku koordinator Tim Verifikasi STBM Kabupaten Tabanan dalam paparannya menyebutkan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Tabanan telah terdapat 32 Desa ODF dari sekitar 64 target Desa ODF. Pihaknya juga menyatakan bahwa Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah lingkungan dan perilaku, perubahan perilaku sehat ini sangatlah sulit apabila masyarakat tidak mempunyai keinginan untuk merubahnya. Perubahan ini dimulai dari diri sendiri dan dimulai sejak dini, sehingga menjadi terbiasa untuk melakukan kegiatan yang lebih besar dalam rangka menuju pola hidup sehat.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa Desa ODF ini adalah salah satu target yang ingin dicapai oleh Desa Kukuh di tahun 2021 ini. “Status Desa ODF ini adalah target kita di Tahun 2021, sehingga tahapannya sudah kita mulai sejak awal 2021 hingga saat ini di Bulan November 2021 kita di Verifikasi. Harus kita sadari bahwa jika tercipta lingkungan yang sehat maka akan tercipta kehidupan yang sehat, jika tercipta kehidupan yang sehat maka tercpita badan yang kuat, dan di dalam badan yang kuat akan tercipta pemikiran yang sehat juga”.

Dalam pantauan di lapangan 100% masyarakat di Desa Kukuh Kerambitan telah memiliki dan memanfaatkan Jamban masing-masing untuk buang air besar dan 100% masyarakat juga telah memiliki dan memanfaatkan sarana cuci tangan pakai sabun.

Dari hasil verifikasi lapangan dan hasil pleno verifikasi maka Desa Kukuh di nyatakan sangat memenuhi ketentuan dan persyaratan sehingga ditetapkan sebagai Desa ODF Pertama di Kecamatan Kerambitan dan menjadi Desa ODF ke-33 di tingkat Kabupaten Tabanan.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan menyambut baik penetapan status Desa ODF tersebut serta pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga, mengawal dan melaksanakan ketentuan-ketentuan Desa ODF tersebut. ” Setelah ditetapkan sebagai Desa ODF maka tugas kita selanjutnya adalah menjaga dan memastikan agar masyarakat kita di Desa Kukuh tetap disiplin untuk tidak buang air besar sembarangan dan selalu berprilaku hidup bersih dan sehat. Atas nama pemerintah Desa Kukuh kami mengucapkan terimakasih kepada Tim dari Puskesmas Kerambitan II yang telah membina kami, para kader kesehatan lingkungan Desa Kukuh & TP PKK Desa Kukuh serta Bapak dan Ibu Kepala Kewilayahan atas kerja kerasnya untuk Desa Kukuh tercinta” imbuhnya. (*)

ILUSTRASI – Babi Peliharaan Kelompok Ternak Jaya Winangun Laku Habis saat Galungan Tiba.

KUKUH, KERAMBITAN – Sudah empat bulan sepuluh hari dipelihara oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan akhirnya 18 ekor babi itu terjual habis untuk tradisi “mepatung” jelang hari raya Galungan yang akan jatuh pada minggu ke-2 bulan November 2021 ini. 

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Sumandia bahwa sejak pertengahan Oktober 2021 yang lalu pihaknya telah mulai memasarkan babi yang dipelihara oleh anggota kelompok yang dipimpinnya kepada masyarakat sekitar. Sejak mulai dipasarkan, nampaknya masyarakat sekitar Desa Kukuh Kerambitan merespon dengan mulai melakukan pemesanan babi. “Sejak minggu ketiga Oktober, tiang sudah mulai pasarkan babinya khusus di Desa Kukuh Kerambitan saja. Saat itu juga sudah mulai ada yang order babi dengan berat minimal 1 kwintal untuk mepatung Galungan. Dari 19 Babi yang siap panen sampai saat ini sudah 18 Ekor babi yang sudah dipesan dan laku” tutur pria Pensiunan PNS ini. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari 18 babi yang telah laku tersebut merupakan panen pertama sejak Kelompok Ternak Jaya Winangun Desa Kukuh Kerambitan ini dibentuk sekitar bulan Maret 2021 yang lalu. Pasca dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Pengukuhan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, kelompok ternak yang berdomisili di Dusun Kukuh Kawan Desa Kukuh Kerambitan ini melakukan kegiatan penggemukan babi secara parsial dimasing-masing anggota kelompok. “Setelah di Kukuhkan oleh Bapak Perbekel Desa Kukuh, sejak sekitar akhir Juli 2021 kami bersama anggota kelompok melakukan kegiatan penggemukan babi dimasing-masing kandang milik anggota kelompok. Satu orang anggota kelompok paling sedikit memelihara 2 ekor babi dan ada juga yang digabung, maksudnya 2 orang anggota kelompok memelihara di 1 kandang dengan jumlah 4 ekor babi. Sementara ini kami belum memiliki tempat terpusat atau koloni untuk memelihara babi, namun itu tidak membuat kami berkecil hati, sepanjang bisa kita berusaha pasti akan ada cara dan solusi. Khusus untuk pakan ternaknya saat ini kami bekerja sama dengan BUMDesa Sarining Winangun Kukuh, jadi Pakan ternaknya disupplay oleh BUMDesa kami” imbuh Sumandia.

Ketika ditanya mengenai harga babi yang telah laku terjual untuk keperluan “pematung” tersebut, Sumandia menyatakan bahwa penetapan harga perkilogramnya masih menunggu standar harga yang berlaku saat Hari Raya Galungan. Kendati demikian pihaknya sudah melakukan prediksi harga jual yaitu dikisaran 45 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah perkilogramnya.

“Dengan kami memelihara Babi dan saat ini sudah laku tentunya kami sangat terbantu dari sisi ekonomi. Setidaknya dari estimasi penjualan yang kami lakukan saat ini, setiap 1 ekor babi memperoleh profit bersih antara 1,5 Juta sampai 2 Juta tergantung beratnya. Dengan keuntungan sekian perekor tentu sangat membantu para anggota kelompok kami setidaknya untuk kebutuhan dapur” 

Nyoman Sumandia juga menjelaskan bahwa kelompoknya akan terus berusaha dan produktif untuk memelihara babi pasca babi yang saat ini habis terjual serta akan berkerjasama dengan pihak-pihak terkait, kendati demikian pihaknya berharap agar tidak ada lagi badai ASF dan sejeninya seperti yang sebelumnya pernah menyerang hewan babi hampir diseluruh Bali. 

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd mengkonfirmasi bahwa usaha yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Jaya Winangun itu sangat diapresiasi olehnya. Menurut Widhi bahwa kelompok ternat tersebut adalah salah satu kelompok ternak yang benar-benar berproses menjalankan misi kelompoknya. “Saya atas nama lembaga sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh kelompok ternak Jaya Winangun ini, usaha yang dilakukan benar-benar terpola dan terkoordinir sehingga tujuannya bisa dicapai. Terlebih kelompok ini telah mendapatkan bantuan berupa bibit babi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tabanan. Semoga kelompok ini terus berproses menjalankan usahanya sehingga tetap produktif dan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian anggota kelompoknya”.

Perbekel Widhi menambahkan bahwa ditahun 2022 nanti pihaknya akan memfasilitasi anggota kelompok ternak Jaya Winangun ini berupa peningkatan kapasitas tata kelola pemeliharaan Babi. “2022 nanti kita dari Desa akan memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pemeliharaan babi kepada kelompok ini agar optimal lagi. Demikian juga untuk kelompok-kelompok ternak yang lainnya yang telah kami kukuhkan melalui SK Pengukuhan Perbekel dan telah menunjukkan hasil dan kebermanfaatan bagi anggota kelompoknya”. (*)

LANSIA NON PRODUKTIF DIPERIKSA – Salah Satu Lansia Desa Kukuh Kerambitan yang non produktif mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ke rumah-rumah (10/9) yang lalu.

KUKUH, KERAMBITAN – Desa saat ini memiliki peranan strategis dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dalam makna yang seluas-luasnya. Upaya inovatif tentu harus diupayakan untuk dapat dilakukan oleh masing-masing pemerintahan desa di bawah komando Perbekel atau kepala Desa sebagai ujung tombak penentu kebijakan dilevel Desa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Meski dalam suasana Pandemi COVID-19, justru menggeber kegiatan home screening Kesehatan dengan sasaran para lansia non produktif. Uniknya adalah mereka yang terlibat sebagai tenaga home screening Kesehatan ini adalah para warga Desa Kukuh Kerambitan yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. 

Home Screening Kesehatan merupakan kegiatan pemeriksaan Kesehatan dasar gratis seperti pengukuran tensi, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, kolesterol, dan asam urat yang dilakukan secara door to door ke rumah para lansia yang sudah tidak dapat beraktivitas atau lansia non produktif. Selain itu para lansia juga diberikan kosultasi dasar terkait gizi serta diberikan vitamin sesuai kebutuhannya. 

Kegiatan ini merupakan gagasan dari Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd. Menurut perbekel muda ini bahwa kegiatan Home Screening Kesehatan merupakan wujud nyata pihaknya mengimplementasikan visi dan misi dalam bidang Kesehatan sesuai dengan amanat SDGs Desa ke-3 yaitu Desa Sehat dan Sejahtera. “Kegiatan pemeriksaaan Kesehatan untuk lansia non produktif ini akan rutin kita lakukan dengan metode mengunjungi rumahnya. Pelaksanaannya kita sinergikan dengan TP PKK Desa Kukuh dan eksekutornya adalah Tim Penggerak Desa Sehat yang kita bentuk sebagai salah satu kelompok masyarakat yang merupakan utusan warga masing-masing dusun yang berprofesi sebagai tenaga medis dan para medis. Segala kebutuhan sarana prasarananya kita fasilitasi dari Desa dengan Dana Desa 2021. Konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat Desa untuk Desa itu sendiri”.

Menurut Ketua TP-PKK Desa Kukuh Ni Putu Yulia Ratih mengungkapkan bahwa peran serta Tim Penggerak PKK Desa dalam kegiatan tersebut adalah mengkoordinasikan Kegiatan mengingat TP PKK memiliki kewenangan pada Pojka 4 untuk mewujudkan Desa Sehat. 

Keluarga Lansia dari Ni Ketut Mungkreg sebagai salah satu sasaran kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/9) yang lalu mengapresiasi program kegiatan ini, pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Desa Kukuh karena berkat program ini salah satu keluarganya yang kini sedang lansia dan tidak dapat berdiri dan berjalan normal mendapatkan perhatian dari pemerintah Desa Kukuh Kerambitan.

Menurut rencana yang telah ditetapkan, kegiatan Home Screening Kesehatan Lansia Non produktif ini akan diselenggarakan setiap seminggu sekali secara bertahap di 5 dusun yang ada di wilayah Desa Kukuh Kerambitan. (*)

MEPENGARAH DIGITAL – Salah satu pesan yang diterima oleh warga Desa Kukuh Kerambitan yang dikirimkan oleh Pemerintah Desa Kukuh.

KUKUH, KERAMBITAN – Semenjak dideklarasikan sebagai Desa Digital pada awal Tahun 2020 yang lalu, nampaknya Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan terus melakukan upaya digitalisasi Desa baik secara terintegrasi dan parsial.

Mengawali ikrar Desa Kukuh sebagai Desa Digital adalah sejak awal Tahun 2020 Pemerintah Desa membangun sebuah pusat informasi digital berbasis Web Site dengan alamat www.kukuh.desa.id. Dalam web site tersebut menyajikan informasi terkini tentang Desa Kukuh yang dikemas dalam berita, pengumuman, dan penyajian data desa. Tidak hanya itu, beberapa layanan online juga telah siapkan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan seperti Layanan Keluhan dan Pengaduan, Layanan Data UMKM/IKM, serta Layanan Pelaporan Penduduk Pendatang.

Untuk memaksimalkan dan melengkapi layanan digital, Sejak 1 Agustus 2021 yang lalu Pemerintah Desa Kukuh memanfaatkan layanan Whatsapp Blasting atau WA Blast untuk menyampaikan informasi atau pengumuman yang wajib diketahui oleh setiap warga masyarakat atau setiap kepala keluarga.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menjelaskan bahwa dimasa pembatasan oleh karena Pandemi COVID-19 ini mengharuskan segala upaya untuk dimanfaatkan dalam rangka menyebar luaskan informasi yang wajib diketahui oleh setiap masyarakat. “Pandemi ini membatasi interaksi secara langsung atau tatap muka, untuk itu salah satu langkah yang kami tempuh adalah dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana untuk mendistribusikan informasi penting kepada warga sehingga warga dengan cepat mendapatkan informasi. Untuk itu kami memaksimalkan pemanfataan WA Blast untuk mendistribusikan informasi kepada setiap warga yang ada di Desa Kukuh Kerambitan”.

Teknologi sederhana WA Blast adalah teknologi pengiriman pesan dengan fitur WhatsApp Business API yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan ke banyak nomor secara bersamaan. Dalam hal ini, Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan menyiapkan sebuah server dan perangkat lunak sederhana yang berfungsi untuk mengirimkan pesan keseluruh nomor Whatsapp milik masyarakat Desa Kukuh Kerambitan yang telah di data sebelumnya pada saat survei SDGs Desa. Dari server dan perangkat lunak itulah pesan dalam bentuk informasi atau pengumuman akan di kirimkan secara bersamaan ke nomor Whatsapp para masyarakat.

“Dengan WA Blast ini kami cukup terbantu untuk menyampaikan info kepada masyarakat karena sifatnya up to date informasi itu diterima langsung oleh warga. Setidaknya saat ini dari hasil pendataan SDGs tercatat 92 persen warga setiap 1 kepala keluarga memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp, sehingga informasi yang kita sampaikan itu setiap Kepala keluarga pasti menerima, kecuali nomor WAnya di ganti atau tidak dalam terkoneksi internet. Kita sudah uji coba sejak 1 Agustus 2021 untuk menginformasikan perpanjangan usulan BPUM, ternyata banyak masyarakat yang datang ke kantor Desa untuk mengumpulkan persyaratannya. Artinya, teknologi sederhana ini dapat dijadikan sebuah media yang produktif dan informatif dalam rangka percepatan distribusi informasi di Desa Kukuh Kerambitan” Imbuh Perbekel Widhi.

Dari pantauan di lapangan, memang benar bahwa setiap warga yang memiliki dan menggunakan aplikasi Whatsapp menerima pesan secara personal. Bahkan pada pesan tersebut masing-masing warga penerima pesan disebutkan nama lengkapnya sesuai yang tertera pada KTP atau data kependudukan.

“Pesan yang dikirim di WA itu sifatnya sangat personal sekali, meskipun isi pesannya sama. Kita ingin agar masyarakat menjadi cepat mengetahui informasi di Desa. Cukup satu kali klik di server, semua warga yang telah terdata nomor WAnya sudah dapat informasi yang kita kirimkan. Desa Digital harus dimulai dengan cara-cara sederhana dan tidak mesti harus mengeluarkan anggaran yang banyak-banyak, yang penting manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat” pungkas Perbekel yang kini juga terpilih sebagai Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu. (*)

FOTO ILUSTRASI- PKTD Peningkatan Jalan Milik Desa Kukuh Kerambitan Siap di Gas Akhir Juli hingga Agustus 2021 mendatang.

KUKUH, KERAMBITAN – Sesuai dengan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2021 Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dalam beberapa hari ke depan akan segera mengeksekusi kegiatan bidang pelaksanaan pembangunan Desa dalam bentuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan.

Dari Rencana Angaran Biaya yang telah disusun dan disesuaikan pasca adanya perubahan dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) akibat dampak Pandemi COVID-19 pada awal Juli 2021 yang lalu, kegiatan tersebut mendapatkan pagu sebesar 146 Juta lebih. Dari pagu sejumlah itu, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat maka sebesar 50% wajib dipergunakan untuk belanja upah tenaga kerja dan sisanya dipergunakan untuk belanja bahan baku dan honor Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Kepala Urusan Perencanaan Desa Kukuh Kerambitan Siluh Kayan Rai Adi menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan Jalan Desa tepatnya di Jalan Fabean Dusun Kukuh Kawan tersebut telah disesuikan dengan kebijakan prioritas pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengingat sumber anggaran yang dipergunakan untuk membiayai kegiatan ini adalah dari Dana Desa Tahun 2021. Dijelaskan juga bahwa secara teknis, kegiatan PKTD tersebut di kelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdiri dari Kepala Dusun, Kader Teknik Desa, dan unsur masyarakat Desa.

Sementara itu Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat pemerintah pusat bahwa PKTD harus dapat menggerakkan perekonomian Desa ditengah Pandemi. “Pemerintah pusat menginstruksikan bahwa kegiatan PKTD ini harus menjadi solusi di tengah pandemi untuk meningkatkan pendapatan warga desa, disamping manfaat pembangunan skala prioritas tetap berjalan, pendapatan warga desa pun mulai berangsur pulih, sehingga semua dapat terbantu dengan ada program ini. Pak Menteri Desa juga kemarin menegaskan bahwa ada tiga skala prioritas Dana Desa dimasa pandemi ini yaitu BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa, serta untuk penyelenggaraan Desa Aman Covid-19. 3 skala prioritas ini sudah kita lakukan di Desa Kukuh Kerambitan. Bagi masyarakat yang berkenan untuk ikut bekerja pada kegiatan PKTD ini dipersilahkan koordinasi dengan TPK” tegas Widhi. (*)

SOLIDARITAS – Warga Kukuh Kerambitan memberikan Sumbangan Sembako kepada warga Desa Kukuh Kerambitan yang sedang Isoman.

KUKUH, KERAMBITAN – Pandemi belum juga sirna, hingga hari ini (20/7) angka mencatat adanya kenaikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan. Begitu juga dengan kondisi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Hingga berita ini dirilis, sejak 5 Juli 2021 telah tercatat sebanyak 18 orang masyarakat Desa Kukuh Kerambitan dinyatakan positif COVID-19. 2 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, dan 16 orang sisanya saat ini sedang menjalani proses isolasi.

Dari laporan pencatatan konfirmasi kasus positif COVID-19 milik Satgas COVID-19 Desa Kukuh Kerambitan menyatakan bahwa dari 16 orang yang saat ini sedang isolasi tersebut diantaranya 14 orang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing dan 2 orang menjalani isolasi di Rumah Sakit.

Banyaknya jumlah warga yang menjalani isoman di rumah masing-masing ini mendapatkan perhatian khusus dari para warga lainnya. Para warga baik secara individu atau kelompok dan organisasi saling bergotong royong untuk memberikan sumbangan kebutuhan pokok kepada warga yang sedang melaksanakan isoman.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah komunitas atau organisasi memberikan sumbangan berupa sembako, diantaranya adalah dari unsur Desa Adat, komunitas wirausaha muda Desa Kukuh yang tergabung dalam pengusaha Nasi Bejek Kukuh (BEJEKKU) dan Komunitas Black hawk old man (BHOM). Selain itu, secara individu juga banyak yang memberikan sumbangan dalam bentuk makanan ringan, sayuran, daging hingga vitamin atau supplemen.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyambut baik gerakan solidaritas dimasa pandemi ini. Menurutnya, aksi solidaritas ini terlaksana atas dasar inisitaif masing-masing kendati pihak Pemerintah Desa Kukuh telah memberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok kepada para warga yang isoman. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para warga secara individu maupun organisasi yang dengan inisitaifnya bergerak untuk saling bantu-membantu dimasa pandemi ini. Rasa solidaritas dan kegotongroyongannya sangat kental sekali”.

“14 Warga ini melaksanakan isolasi mandiri dirumah karena rata-rata mereka 1 keluarga dinyatakan positif covid-19, tentunya mereka tidak kami ijinkan untuk keluar pekarangan rumah. Untuk menjamin mereka tidak keluar rumah, selain pengawasan maka salah satunya yang harus kita penuhi dulu adalah kebutuhan pokoknya. Kami dari Pemerintahan Desa Kukuh telah memberikan bantuan Sembako, kemudian ada aksi solidaritas secara individu dan organisasi atau kelompok warga juga yang memberikan sumbangan lainnya. Dengan demikian, mereka yang isolasi dirumah ini tidak sampai kebingungan bahkan tidak sampai kelaparan menjalani isoman. Kebutuhan pokoknya tercukupilah selama isoman” imbuh perbekel Widhi. (*)

Status Dokumen Terverifikasi, Kini BUM Desa Sarining Winangun Desa Kukuh Kerambitan tinggal menunggu Sertifikat Badan Hukum diterbitkan.

Kukuh, Kerambitan – Pasca diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa serta secara teknis diatur melalui Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2021 akhirnya Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan bergerak cepat untuk menyelaraskan Badan Usaha Milik Desa yang telah beroperasi sejak Maret 2020 lalu.

Tahapan demi tahapan sesuai amanat PP 11 Tahun 2021 dan Permendes PDT Nomor 3 Tahun 2021 telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan. Terbilang cukup agresif geraknya, pasalnya kelengkapan dokumen untuk mengusulkan sertifikat badan hukum secara online ini hanya memakan waktu kurang dari 24 jam hingga status dokumen kelengkapannya telah dinyatakan terverifikasi. Tepat 14 Juli 2021, usulan kelengkapan dokumen yang terdiri dari Berita Acara Musdes, Perdes Pendirian BUM Desa, AD/ART BUM Desa serta Program Kerja BUM Desa telah dinyatakan lengkap dan terverifikasi.

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa cepatnya progres pendaftaran sertifikat Badan Hukum BUM Desa tersebut tidak terlepas dari kesigapan para pihak yang terlibat dalam pengelolaan BUM Desa. “Bisa cepat karena kita juga solid dan agresif di Desa. Berkat kesigapan semua pihak mulai dari Badan Permusyawaratan Desa, Pengelola BUM Desa, Pengawas BUM Desa dan dari Unsur Pemerintahan Desa akhirnya dokumen-dokumen yang dibutuhkan bisa segera juga kita tuntaskan. Begitu kita Upload, kurang dari 24 Jam dokumen sudah diterima dan terverifikasi”.

Kendati proses upload dan verifikasi dokumen tersebut cepat, Perbekel Widhi mengakui bahwa proses yang lama itu terjadi pada saat penyusunan Program Kerja. “Penyusunan Program Kerja itu yang cukup lama, karena kita detailkan sekali agar sesuai dengan kondisi dan sesuai dengan ketentuan. Sebab Program Kerja itu akan jadi acuan pergerakan Usaha BUM Desa pada nantinya”.

Saat ini, BUM Desa Kukuh Kerambitan yang bernama BUM Desa Sarining Winangun Kukuh ini hanya tinggal menunggu sertifikat badan hukum diterbitkan. Sebelumnya, BUM Desa Kukuh ini bernama BUMDes Kukuh Winangun, sejalan dengan kebijakan PP 11 Tahun 2021 dan Permendesa PDT Nomor 3 Tahun 2021, nama BUM Desa dirubah menjadi BUM Desa Sarining Winangun Kukuh. (*)

Penampakan Peta Batas Desa Kukuh Kerambitan, kini memasuki tahap penyusunan draf peraturan Bupati.

Kukuh – Kerambitan – Penetapan dan penegasan batas Desa menjadi sangat penting dalam memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas-batas wilayah, sehingga akan tercipta tertib administrasi pemerintahan Desa. Dalam upaya seperti hal tersebut, Pemerintah Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan sejak awal 2021 ini gencar bergerak menuntaskan batas Desa sesuai dengan Permendagri No. 45 Tahun 2016.

Dikonfirmasi pada Jumat (16/7), Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa sampai hari ini (Jumat, 16 Juli 2021) progres Delinasi atau penetapan dan penegasan batas desa sudah terlaksana hampir 75 persen. “Progres Delinasi sudah 75 persen hingga hari ini. Ada empat tahapan sudah selesai yaitu Sosialisasi kegiatan dan identifikasi tokoh kunci dalam penetapan batas desa, Delineasi dan penyepakatan batas desa dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat desa, Penggunaan teknologi geospasial untuk membantu dalam penyepakatan batas desa dan Delineasi batas desa hasil kesepakatan beserta titik kartometri disajikan dalam Peta Kerja”.

Widhi menambahkan bahwa setidaknya ada 3 tahapan lagi yang sedang dan akan dilakukan agar benar-benar batas desa tersebut menjadi sah secara aspek teknis dan yuridis. “Tinggal 3 step lagi untuk menjadi sah, yaitu Penyusunan Peraturan Bupati untuk Penetapan Batas Desa melalui Biro Hukum Pemerintah Daerah, Penyepakatan, pengukuran koordinat, dan pembangunan pilar batas desa serta Penyusunan Peraturan Bupati untuk Penegasan Batas Desa melalui Biro Hukum Pemerintah Daerah. Tiga hal ini yang sedang kita proses” jelas Perbekel Widhi.

“Target, sebelum Desember 2021 ini sudah tuntas batas Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan ini. Secara batas antar Desa sudah tidak ada masalah, sudah kami koordinasikan dan musyawarahkan secara baik-baik dan antar Desa sudah bersepakat jadi sudah tidak ada masalah sehingga proses ini bisa cepat. Setelah Batas Desa ini sah ditetapkan melalui Peraturan Bupati sesuai Permendagri maka tidak ada lagi wilayah abu-abu di Desa Kukuh serta antar Desa yang bertetangga juga akan jelas batasnya” pungkasnya. (*)

Penyemaian Bibit Padi M70D Pada Demplot Spesifik di Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan (21/6)

Kegiatan Penyemaian Bibit Padi M70 di Demplot Spesifik Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan dilaksanakan pada 21 Juni 2021 lalu. Kegiatan Dempot Pertanian Spesifik ini merupakan kegiatan sinergi dari Pemerintah Desa Kukuh dengan Universitas Warmadewa, BUMDes Desa Kukuh Kerambitan, PPL Pertanian Desa Kukuh dan Prajuru Subak Samsaman Desa Kukuh Kerambitan.

Demplot ini menggunakan Teknologi Bugar Gembur Tanah dengan Varietas Padi M70. Pendampingian Penerapan Teknologi ini di lakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. BUMDes Desa Kukuh berperan dalam kegiatan Pasca Tanam khususnya saat Panen, dimana semua hasil panen pada Demplot ini dibeli oleh BUMDes. Sementara, PPL Pertanian berperan untuk mengasestensi petani sesuai kewenangannya dan melakukan pengamatan terhadap proses dan hasil Demplot sebagai rekomendasi pada musim tanam selanjutnya.

Peran Subak juga sangat berpengaruh, mengingat Subak sebagai organisasi traditional di level petani yang secara khusus bertugas melakukan manajemen perairan dan secara umum melakukan manajemen pertanian di wilayahnya. Menurut Perbekel Widhi Adnyana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terintegrasi untuk memajukan sektor Pertanian di Desa Kukuh Kerambitan dengan prinsip Gotong Royong. S

ejak Tahun 2020, Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan di bawah Kepemimpiman Perbekel I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd rutin menyelenggarakan kegiatan terintegrasi dibidang Pertanian ini. Hal tersebut merupakan komitmen Perbekel yang telah dituangkan dalam Misinya yaitu dalam rangka Peningkatan Tatanan Kehidupan bidang Pertanian dan Perkebunan (Agraris) serta dalam rangka mewujudkan pembangunan Desa secara tematik dengan melibatkan pihak internal dan eksternal secara gotong royong. (*)

Pengukuhan Kelompok Relawan Desa Sehat (25/6) Desa Kukuh Kerambitan

Dalam rangka mengoptimalkan layanan Kesehatan ditingkat Desa, Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan hari ini Jumat, 25 Juni 2021 mengukuhkan Relawan Desa Sehat yang akan membantu kegiatan layanan Kesehatan kepada Masyarakat Desa Kukuh Kerambitan. Relawan Desa Sehat ini adalah utusan masyarakat Desa Kukuh dari masing-masing Dusun yang memiliki latar belakang ilmu Kesehatan seperti Dokter, Perawat, Bidan, Gizi, dan Apoteker.

Relawan Desa Sehat ini dikukuhkan oleh Perbekel Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd dan disaksikan oleh Perwakilan BPD Desa Kukuh Kerambitan serta TP PKK Desa Kukuh. Dalam penjelasannya, Perbekel Widhi Adnyana menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya kelompok Relawan Desa Sehat ini adalah untuk membantu Pemerintah Desa Kukuh Kerambitan dalam melaksanakan misi di bidang Kesehatan, seperti melakukan screening Kesehatan dasar kepada Lansia Non Produktif dengan pola Home Visit, sehingga program Desa dalam bidang Kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat sesuai dengan amanat SDGs Desa dalam bidang Desa Sehat dan Sejahtera.

Adapun layanan Kesehatan yang akan di fasilitasi oleh Pemerintah Desa Kukuh melalui Relawan Desa Sehat ini adalah Pengecekan Tensi, Tes Gula Darah, Tes Kolesterol, Tes Asam Urat dan Konsultasi Gizi.

Prioritas sasaran kegiatan ini adalah Lansia Non Produktif.Kegiatan para relawan Desa Sehat ini akan selalu di koordinasikan dengan Puskesmas sehingga secara langsung dapat dipantau dan diarahkan. (*)